Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) mengembangkan inovasi permainan kartu  quarted menjadi metode pembelajaran alternatif untuk siswa Sekolah Dasar (SD) dalam meningkatkan nilai Ujian Nasional (UN) pada mata pelajaran  Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Deasy Ramatia, Yoga Rivaldi, Muhammad Ridlo Aditya, Muthia Rezky Anggeraini, dan Nia Kurniawati yang  tergabung dalam satu tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Pengabdian Masyarakat di bawah bimbingan Lukmanul Hakim Zaini, S. Hut, M. Sc. Inovasi Quarter “Quarted Pinter” tersebut terpilih sebagai salah satu dari ribuan proposal dan mendapat hibah dana dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) RI.

 

Ide awal dari pengembangan kartu Quarter ini berawal dari rendahnya tingkat pembelajaran kepada siswa SD khususnya pada mata pelajaran IPA. Hal ini juga dapat dilihat dari tingkat produktivitas pada anak-anak usia dini yang lebih siap belajar dan bermain menggunakan gadget dan benda-benda elektronik lainnya, yang  kemudian akan berdampak pada kemalasan dan nilai akademik yang semakin turun tiap tahunnya. Hal ini diperkuat dengan Data dari Badan Pusat Statistik Pendidikan Wilayah Jawa Barat, yang menyatakan bahwa rerata Nilai Ujian Nasional Mata Pelajaran IPA sebesar 0,05 – 0,06 poin terjadi setiap tahunnya. Tentunya hal ini  perlu dicarikan solusi alternatif metode pembelajaran berbasis Learn, Play, Implementation Method berupa proses belajar sambil bermain.

 

Quarter atau Quarted Pinter ini hadir untuk menjawab kebutuhan tenaga pendidik dan orang tua dalam mendidik siswa SD dalam meningkatkan produktivitas pada mata pelajaran UN. Quarter diformulasikan dalam bentuk kartu quarted yang dipadukan dengan mata pelajaran IPA dan disertakan teka-teki di konten permainan untuk menunjang pengetahuan siswa SD. Mata Pelajaran IPA dipilih karena merupakan suatu indikator metode pembelajaran dalam bidang ilmu alam yang menjadi penunjang untuk Ujian Nasional (UN) pada Sekolah Dasar (SD).

 

Selain ditujukan untuk siswa SD, Quarted Pinter juga bisa dimanfaatkan untuk media pembelajaran yang bersifat nonformal sehingga anak-anak bisa bermain sambil belajar dengan menggunakan kartu Quarter ini dan tentunya menjadi media pendukung bagi tenaga pengajar SD dalam meningkatkan ilmu pengetahuan. Salah satu sekolah yang menjadi uji coba Quarter adalah SDN Leuweung Kolot 7, Cibungbulang, Bogor. “Quarter ini bagus, bisa menjadi sarana penunjang guru-guru SD khususnya SDN Leuweung Kolot 07 ini dalam mengajarkan mata pelajaran IPA kepada siswa,” papar Bapak Entus selaku tenaga pengajar sekolah ini. (ff/ris)