Untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan pertumbuhan ternaknya umumnya para peternak menggunakan antibiotik. Sejak tahun 2018 penggunaan antibiotik dibatasi karena berdampak negatif. Untuk itu sekelompok mahasiswa dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) membuat alternatif suplementasi minuman bagi puyuh yang dapat mempertahankan daya tahan dan pertumbuhannya.


Mereka adalah Hasna Ariqoh, Budi Setiadi Hermanto dan Soni Prayogo di bawah bimbingan dosen Dr. Ir. Widya Hermana, M.Si. Tim ini menyebut minuman suplementasinya SUPERME (suplementasi reaksi metabolisme). SUPERME merupakan suplemen pengganti antibiotik komersil. Umumnya antibiotik yang digunakan berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh, agar tidak mudah terserang penyakit karena unggas kecil seperti puyuh mudah terserang penyakit. Antibiotik umumnya mengandung growth promotor yang telah dilarang. “Untuk itu kita cari alternatif dari bahan alami yang mudah ditemukan untuk dijadikan jus dan dicampur ke dalam minuman ternaknya,” tutur Hasna.


Minuman jus suplementasi ini terbuat dari bahan alami dan diproses secara sederhana. Tim ini membuatnya dari bahan baku wortel dan pegagan. Wortel memiliki kandungan antioksidan, betakaroten dan vitamin yang tinggi sedangkan daun pegagan mengandung flavanoid yang dapat membuat daya tahan tubuh puyuh tetap terjaga.


“Teknologi ini dibuat sederhana dalam bentuk jus, agar peternak mudah dalam aplikasinya. Formulasi  jusnya adalah daun pegagan jumlahnya dua kali jumlah wortel. Jumlah airnya dua kali jumlah pegagan dan wortel. Setelah diblender kemudian disaring, airnya diambil lalu diberikan ke puyuh dengan terlebih dahulu dicairkan atau dilarutkan dengan air. Jus tersebut diberikan dengan frekuensi dua  kali dalam seminggu,” ujar Soni.


Ia menambahkan bahwa prinsip dari manfaat jus ini berkesinambungan dalam memperbaiki pencernaan puyuh. “Ketika tidak ada patogen maka pencernaannya akan bagus, sehingga konsumsi pakan dan pertumbuhannya akan menjadi baik. Kita lebih memilih jus agar kandungan nutrisinya lebih maksimal tergunakan,” ungkapnya.


Kini tim peneliti ini sedang menguji jus ini pada puyuh jantan pedaging untuk mencari dosis terbaik yang dapat diaplikasikan nantinya. Sejauh ini pemberian jus berdampak positif, terlihat pertumbuhan bobotnya lebih tinggi serta konsumsi pakannya juga tinggi. “Kita coba aplikasikan jus ini ke puyuh pedaging karena  saat ini peternak sudah mulai beralih ke puyuh dan jika melihat tren statistiknya permintaan puyuh pedaging setiap tahun semakin meningkat,” ujarnya.


Dengan penelitian ini mereka berhasil masuk ke dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM PE) yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) RI. Judul yang mereka angkat adalah “SUPERME : Suplementasi Reaksi Metabolisme Daun Pegagan dan Limbah Wortel Sebagai Peningkat Produktivitas Burung Puyuh (Cortunic Cortunix Japonica)”. (IRM/ris)