BANDUNG. Institut Teknologi Bandung (ITB) adalah salah satu dari 11 universitas di Indonesia yang terpilih menjadi mitra American Corner. American Corner sendiri adalah sebuah lembaga di bawah Kedutaan Besar Amerika Serikat yang berlokasi di perpustakaan pusat universitas mitra di Indonesia. Didirikan pada tanggal 19 Februari 2008, American Corner menyediakan ruang bagi aktivitas diplomasi publik antara Amerika Serikat dan Indonesia yang mengutamakan dialog terbuka dan bebas agar dapat meluruskan stigma dan prasangka antara dua negara tersebut.

 

Ditemui di kantornya, Lusia Marliana Nurani, Ph.D yang merupakan advisor American Corner ITB mengatakan bahwa tiap-tiap negara berbeda dalam memfasilitasi American Corner, seperti di Malaysia misalnya, American Corner di Malaysia tidak berbasis universitas namun perpustakaan sehingga dapat ditemui di perpustakaan negara. Sedangkan di Indonesia American Corner terletak di perpustakaan di universitas. “Karena lewat universitas lebih efektif ya, calon pemimpin pemimpin bangsa ada di sana, makanya kalau di Indonesia diletakkan di universitas”, ujar perempuan yang juga merupakan dosen di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB tersebut.

 

Ia juga mengatakan bahwa American Corner bukan hanya untuk mengenalkan budaya Amerika saja tetapi juga ikut mengembangkan nilai-nilai lokal. Hal ini diwujudkan dalam beberapa program yang dilakukan oleh American Corner seperti Women Empowering Series yang fokus kepada kaum marjinal dari kalangan perempuan. Isu yang diangkat seperti rendahnya literasi di kalangan perempuan, stigma yang tidak tepat bagi penderita HIV/AIDS dan juga rendahnya pegiat bisnis (technopreneur) dari kalangan perempuan. “Kalau di Amerika sana isunya sudah beda, kalau di kita isunya masih masalah literasi dan pendidikan. Kalau mereka sudah bukan itu lagi”, tambahnya.

 

Lusia juga memaparkan beberapa program yang akan dilaksanakan oleh American Corner di tahun 2018 seperti Women Empowering Series lanjutan yang akan berakhir pada Mei 2018. Program berbentuk ‘series’ ini juga merupakan yang pertama kali dilakukan oleh American Corner di Indonesia, biasanya American Corner melakukan satu event seperti workshop atau seminar yang sekali selesai namun menurut Lusia penting untuk melakukan keberlanjutan. Oleh karena itu proposal di tahun 2018 adalah Building Sustainable Society yang akan dibagi kedalam berbagai workshop yang saling berkaitan satu sama lain. Salah satu contoh workshop yang akan diadakan adalah workshop untuk mengelola taman bacaan masyarakat (TBM) dan workshop pengelolaan tanaman organik. Selain workshop juga akan diadakan donor darah dan start up competition.

 

American Corner ITB sendiri telah menjadi perpustakaan pertama di Indoensia yang menjadi Seed Library. Ada beberapa benih tanaman yang disediakan di American Corner ITB yang dapat diambil oleh pengunjung secara cuma-cuma. Cukup menuliskan nama dan jenis benih yang diambil, harapannya jika benih tersebut berhasil dan menghasilkan benih baru dapat dibagikan lagi. “Tapi kalau gak berhasil menanamnya juga tidak apa-apa”, imbuhnya. Upaya ini sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat khususnya mahasiswa tentang pentingnya mengurangi carbon food print dalam upaya mencegah semakin besarnya lubang ozon yang dapat berbahaya bagi lingkungan.

 

Saat disinggung tentang situasi yang kian memanas antara AS dan negara-negara mayoritas muslim (termasuk Indonesia) akibat statement Presiden AS terpilih Donald Trump yang seringkali menyudutkan umat muslim, Lusia mengatakan bahwa disitulah peran American Corner untuk menjembatani kedua belah pihak. “Disitulah justru fungsi American Corner agar bagaimana supaya masyarakat tidak khawatir dan juga mampu meminimalkan stigma tentang Amerika dan tentang Indonesia itu sendiri. Tidak semua orang Amerika seperti itu (Trump red.), Amerika itu juga concern dengan hal-hal yg berbau kemanusiaan”, pungkasnya.