Universitas Indonesia gandeng Tokopedia untuk membangun pusat penelitian kecerdasan buatan Tokopedia-UI Artificial Intelligence Center of Excellence (Pusat Unggulan Kecerdasan Buatan) di kampus UI, Depok, Jawa Barat. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir yang turut meresmikan fasilitas tersebut belum lama ini, mengatakan, Indonesia masih kekurangan sumber daya manusia (SDM) di bidang kecerdasan buatan (AI), baik secara kuantitas maupun kualitas.


“Kolaborasi antara Universitas Indonesia dan Tokopedia sebagai salah satu perusahaan startup ‘unicorn’ Indonesia ini merupakan langkah penting untuk melahirkan para ahli kecerdasan buatan di Indonesia, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan perusahaan startup dan industri baik dalam maupun luar negeri,” katanya dalam keterangan tertulis, dikutip, Sabtu (30/3/2019).


Nanti lulusan dari perguruan tinggi, dari Universitas Indonesia bisa langsung dimanfaatkan oleh industri, termasuk dalam hal ini Tokopedia. Dia mengatakan, bila hal ini bisa dilakukan secara massif, maka Indonesia ke depan tidak akan mengalami kesulitan dalam sumber daya manusia.


“Sekarang para startup masih kesulitan mencari resources di bidang artificial intelligence yang dibutuhkan industri tersebut," ungkap Menteri Nasir.


Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anis menyampaikan, perguruan tinggi tidak boleh melihat perkembangan teknologi sebagai hambatan, namun harus dengan adaptif mengikuti perguruan tinggi tersebut melalui kolaborasi dengan industri.


"Kerja sama ini bentuk nyata kerja sama antara industri dengan perguruan tinggi, dimana industri memang yang terdepan untuk menguasai dan mengikuti perkembangan teknologi. Di perguruan tinggi terdapat banyak pikiran-pikiran untuk menopang penguasaan teknologi tersebut. Itu prinsipnya," ujarnya.


Kepala Pejabat Eksekutif atau Chief Executive Officer (CEO) Tokopedia William Tanuwijaya menyampaikan, di antara perkembangan teknologi yang perlu diantisipasi Indonesia, artificial intelligence akan menjadi dasar bagi perkembangan teknologi di masa depan untuk berbagai lini industri.


"Satu dekade yang lalu semuanya bicara tentang internet. Dua tahun lalu semuanya bicara tentang mobile internet, tahun ini mulai semuanya bicara tentang artificial intelligence. Teknologi itu akan selalu berubah, namun artificial intelligence ini menjadi nadi dari teknologi ke depan, dan itu tidak hanya di industri e-commerce saja, tapi juga di industri lainnya," ungkap CEO Tokopedia.


Sumber: teknologi.bisnis.com