BOGOR. Tepat 20 Oktober lalu, pemerintahan Jokowi-JK genap berusia 4 tahun. Jangka waktu yang dirasa sudah cukup untuk menilai kinerja sebuah rezim. Salah satu yang menjadi sorotan publik adalah penanganan kasus Hak Asasi Manusia (HAM).

Bukan hanya belum mampu menyelesaikan kasus yang terjadi di masa lalu, Jokowi juga malah tidak bisa berbuat banyak untuk menyelesaikan pelanggaran HAM di saat ia berkuasa. Untuk kasus masa lalu yang ia janjikan dulu untuk diselesaikan antara lain peristiwa penembak misterius atau Petrus yang terjadi pada 1982 hingga 1985. 

Selanjutnya, peristiwa penghilangan aktivis pada pangkal masa Orde Baru tahun 1997-1998. Ada lagi Trisakti, Semanggi I, Semanggi II, Talangsari, dan kerusuhan Mei 1998. Ada juga, peristiwa Wasior Wamena pada 2002-2003. Kasus-kasus ini mentok di level Kejaksaan Agung (Kejagung).

Publik juga tentu tidak akan lupa dengan nasib Munir, sang aktivis HAM, yang mati diracun. Terbaru dan masih hangat adalah penyerangan terhadap pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Belum ada titik terang siapa pelaku dibalik teror 11 April 2017 silam.

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Yati Andriani bilang, dari 17 program prioritas HAM dalam Nawacita, ada enam komitmen gagal dipenuhi dan 11 komitmen dipenuhi tapi tidak sepenuhnya. "Secara umum, tidak ada satu pun komitmen atau janji HAM Jokowi yang dipenuhi secara utuh," kata Yati beberapa waktu lalu.

Adapun enam janji HAM Jokowi-JK yang gagal dipenuhi antara lain memberikan perlindungan hukum, mengawasi pelaksanaan penegakan hukum, khususnya terkait dengan anak, perempuan, dan kelompok termarjinalkan.

Melihat jajaran penyokong Jokowi selama ini wajar saja publik menuding kasus-kasus tersebut tidak selesai. Pasalnya, Wiranto yang dinilai banyak turut serta terhadap beberapa kasus HAM ternyata setia di belakang Jokowi. Melihat fakta ini, kita lihat apakah Jokowi berani kembali mengandalkan isu HAM untuk bertarung di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019?


Anugrah Pamungkas