Aksi Hari Tani Nasional yang dilakukan oleh Aliansi BEM Se-Jabodetabek-Banten belum bisa dibilang berhasil. Pasalnya, sosok yang ingin ditemui lagi-lagi mendelegasikan kewenangan pada staff-nya. Pada sore hari di 25 September ini, rombongan mahasiswa yang mempopulerkan istilah #NegaraAgrarisPetaniMiris disambut oleh Deputi 2 Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Sosial, Ekologi dan Budaya Strategi, Yanuar Nugroho.


Walaupun telah ada penyambutan dari pihak istana, aksi massa diperkirakan masih akan terus berlanjut. Karena, masih ada rombongan lain dari berbagai universitas yang sedang menuju ke istana. Hingga saat ini saja, terhitung sekitar 300 mahasiswa memadati Istana Negara. Mereka sama-sama tergerak untuk membawa tuntutan tentang reforma agraria dan persoalan pangan.



Memang benar, seperti yang dirumuskan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (BEM KM IPB), dalam sebuah tulisan berjudul Narasi Hari Tani Dan Mimpi Kedaulatan Pangan, hari tani hanya narasi dan kedaulatan pangan tinggal mimpi saking banyaknya permasalahan-permasalahan yang terjadi. Sebut saja perihal impor; beras, kedelai, gula, garam; illegal fishing; hingga konflik lahan yang selalu menyengsarakan petani.

 

Di tengah kacaunya pertanian Indonesia, saat ratusan mahasiswa berdatangan untuk menagih bukti Presiden yang gemar beri janji,  beliau selalu sibuk be-kerja, kerja, kerja, tiada henti. Namun, mahasiswa berideologi yang kini tengah mengikuti audiensi, tetap akan menunggu hingga tuntutannta terpenuhi.