Terpilihnya Dr. Arif Satria menjadi Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) periode 2017-2012 merupakan sebuah kebanggaan bagi Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), karena fakultas yang masih bisa disebut bungsu ini dapat menyumbangkan sosok terbaiknya bagi kemajuan institut. Namun, di balik kebanggaan yang terpancar, ada pekerjaan rumah baru yang sejatinya menunggu untuk segera dituntaskan. Pekerjaan rumah itu adalah pemilihan dekan baru, setelah dekan sebelumnya, yakni Dr. Arif Satria harus hengkang dan mengemban tanggung jawab lain.

 

Pekerjaan rumah yang idealnya dapat dilaksanakan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya itu pun, ternyata dalam pelaksanaannya menambah pekerjaan rumah pula bagi level organisasi di bawahnya. Berdasarkan rilis yang disampaikan oleh Dekanat FEMA, ada tiga calon dekan yang akan bersaing untuk memperebutkan kursi pimpinan, yaitu Dr. Rimbawan; Dr. Siti Aminah; dan Prof. Ujang Sumarwan. Ketiga nama tersebut merupakan sosok-sosok yang sebelumnya menjabat sebagai ketua departemen, yakni Dr. Rimbawan sebagai ketua departemen Gizi Masyarakat (GM), Dr. Siti Aminah sebagai ketua departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM), dan Prof. Ujang Sumarwan sebagai ketua departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK).

 

Tepat pada hari ini (8/1), departemen SKPM telah resmi memiliki pemimpin baru yang menggantikan Dr. Siti Aminah. Sosok Dr. Arya Hadi Dharmawan menjadi nama yang dipilih, yang menjadi tanda juga bagi keseriusan departemen ini dalam mengirimkan wakilnya di ajang pemilihan dekan. Menyusul SKPM, departemen GM dan IKK pun sedang dalam proses pemilihan pimpinan barunya.

 

Di tengah riuhnya pihak departemen dan dekanat mempersiapkan calon pemimpin, sebuah suara muncul dari kalangan mahasiswa. Mahasiswa FEMA, yang diwakili oleh badan eksekutifnya, melakukan sebuah konsolidasi yang berakhir dengan perumusan kajian terkait proses pemilihan dekan FEMA dan penyusunan Kontrak Sosial Dekan FEMA. Inti dari kajian terkait proses pemilihan dekan FEMA adalah adanya kesan yang dirasakan oleh mahasiswa bahwa pemilihan dekan kali ini dilakukan secara tertutup, yang berarti melanggar Ketetapan Majelis Wali Amanat tentang Tata Cara Pemilihan dan Pengangkatan Pimpinan Fakultas di Lingkungan IPB.

 

Ketua Departemen Kajian dan Isu Strategis BEM FEMA, M Febri Ramdani, menjelaskan bahwa jika mahasiswa FEMA dilibatkan dalam proses penentuan nama calon dekan, maka bukan ketiga nama tersebut yang akan muncul. Nama yang akan muncul sebagai hasil dari aspirasi mahasiswa adalah Dr. Titik Sumarti, yang saat masa kepemimpinan Dr. Arif Satria menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, yang dirasa peranannya sangat berdampak bagi mahasiswa FEMA. “Tidak terbersit sama sekali dari penjaringan aspirasi mahasiswa ketiga calon sekarang,” tegasnya.

 

Mahasiswa boleh bersuara, namun proses sudah bergulir dan tetap akan terlaksana sebagaimana alur dari penyelenggara. Yang dapat dilakukan mahasiswa FEMA sekarang adalah memastikan para calon dekan menyetujui dan menandatangani delapan poin kontrak sosial yang telah dirumuskan, juga dapat membawa FEMA ke arah yang lebih baik. Walaupun, berdasarkan pengamatan Ramdani, visi dan misi ketiga calon dekan lebih pada meneruskan program kerja dekan sebelumnya. “Moto yang sama, yaitu mewujudkan FEMA yang membumi dan mendunia,” pungkasnya pada Retorika Kampus.