Muhamad Syukur benar-benar keranjingan media sosial. Saban hari, ada saja yang ia unggah ke akun jejaring sosial miliknya. Sebagai Guru Besar bidang Pemuliaan Tanaman Institut Pertanian Bogor, tentu yang ia unggah bukan foto-foto artis seperti yang akun gosip lakukan. Melainkan kegiatan dia sehari-hari seperti mengunggah foto kebunnya di pekarangan rumahnya di Perumahan IPB Sinarsari, Dramaga, awal Maret lalu. “Breeder harus rajin dan disiplin: pukul 6.00 mulai menyapa tanaman untuk berkenan dilakukan ijab kabul,” Syukur memberi keterangan di fotonya.

 

Setidaknya ia memiliki tujuh media untuk membagi rutinitasnya, yakni  Whatsapp, Line, Twitter, Facebook, Instagram, Smule, dan Youtube. Tak hanya kegiatan kesehariannya, dosen berusia 46 tahun itu juga mengunggah foto atau video tentang penelitian yang sedang ia kerjakan ke tujuh akun media sosial miliknya. Atau promosi hasil penelitian seperti sayuran berwarna ungu yang berhasil ia temukan. “Hasil penelitian atau inovasi seperti itu akan menjadi sia-sia jika masyarakat tidak mengetahui manfaatnya,” kata Syukur.  

 

Dengan aktif di media sosial, ia juga lebih mudah berkomunikasi dengan mahasiswa-mahasiswa yang umumnya melek dunia gawai. Termasuk para mahasiswa bimbingannya yang sedang menyelesaikan tugas akhir. Ia memastikan dirinya menjadi dosen yang selalu ada jika mahasiswa membutuhkan. Ia  juga memposisikan dirinya sebagai teman diskusi  bagi para mahasiswanya agar mereka terhindar dari kendala-kendala penelitian. Atas keramahan, keterbukaan, dan kerendahan hatinya dalam berbagi ilmu, tidak jarang ada mahasiswa dari universitas lain yang ingin berkonsultasi denganya.

 

Keseriusannya dalam membimbing juga dibuktikan dengan selalu membiayai penelitian para mahasiswanya. Karenanya, setiap tahun ia selalu disibukkan mencari dana hibah penelitian. Ada sisi unik dari Syukur. Ia hafal betul berapa jumlah mahasiswa yang telah ia bimbing dan luluskan. Selain itu, ia pun memiliki segala arsip tugas akhir mahasiswa. Apabila ada mahasiswa yang kehilangan file tugas akhir, bisa menghubungi langsung Syukur.

 

Totalitas Syukur terhadap dunia pertanian dan pendidikan membuahkan banyak hasil. Selain  banyak mahasiswa yang mengantre ingin menjadi anak bimbingnya, berbagai artikel, jurnal, hingga buku telah ia publikasi. Sejumlah inovasi ia juga temukan. Inovasi-inovasi yang dihasilkannya berfokus pada pemuliaan sayuran, terutama cabai, tomat, terong, dan jagung manis. Bahkan pemuliaan cabai sejak 2003.

 

Tahun lalu, Syukur memperkenalkan varietas cabai baru yang warnanya menyerupai pelangi. Cabai unik beraneka warna tersebut diberi nama Cabai IPB Ungara dan Cabai IPB Seroja. Kedua varietas ini selain lebih pedas dari cabai biasa, kandungan antioksidannya juga tinggi. Keunggulan lainnya tak membutuhkan banyak air dan sinar matahari sehingga masa menanamnya lebih singkat: dalam tiga bulan sudah dipanen atau lima kali panen dalam satu tahun.

 

Selain dua varietas tersebut, Syukur juga menemukan varietas cabai hias, yakni Syakira, Jelita, Namira, Ayesha, dan Lembayung. Inovasi lain yang  ia temukan seperti cabai merah besar IPB CH3 atau Capsium Annum, yang merupakan jenis cabai hibrida varietas unggul. Produktivitas IPB CH3 tergolong tinggi,  panjang buahnya 14 cm sampai 17 cm, dan mampu menghasilkan 1,11 kilogram per tanaman atau sekitar 15 ton per hektar.

 

Bagi Syukur, semua inovasi tersebut tak akan berpengaruh jika masyarakat tak tertarik. Karenanya, segala varietas cabai baru yang ia ciptakan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Meski begitu, tak semua varietas yang ia ciptakan disukai masyarakat. Contohnya sayuran berwarna ungu tak diminati masyarakat meskipun kandungan nutrisinya tinggi.  “Bagi saya, perguruan tinggi punya fungsi edukasi untuk mengubah cara pandang konsumen hingga kebutuhan akan permintaan pasar,” kata dia.


Reporter: Vivi Priliyanti

 

 

 

Biodata

 

Nama                                       : Prof. Dr. Muhamad Syukur, SP, M.Si

Tempat, tanggal lahir              : Ogan Ilir, Sumatera Selatan,  2 Januari 1972

Riwayat Pendidikan               : S1 Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor

                                                  S2 Pemuliaan Tanaman, Institut Pertanian Bogor

                                                  S3 Pemuliaan Tanaman, Institut Pertanian Bogor

Fakultas/departemen               : Fakultas Pertanian, Departemen Agronomi dan Hortikulturs

Mengajar mata kuliah              :

·   Genetika untuk Pemuliaan Tanaman

·   Dasar Pemuliaan Tanaman

·   Dasar-dasar Agronomi

·   Analisis Genetik Tanaman

·   Sitogenetika Tanaman

·   Pemuliaan Tanaman

·   Metode Penelitian Pemuliaan Tanaman

·   Genetika Kuantitatif

·   Pemuliaan Mutasi

·   Teknik Pemuliaan Tanaman

Jabatan                                                :

·      Ketua Komisi C Dewan Guru Besar IPB

·      Ketua Komisi di Senat Akademik IPB

·      Ketua Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia (PERIPI)

·      Wakil Ketua Divisi di Himpunan Alumni IPB

Prestasi                                    :

·      Penerima Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa (2012)

·      Dosen Berprestasi Tingkat Nasional (2014)

·      Penerima Penghargaan Inovasi IPB Paling Prospektif (2016)

·      Penghargaan Masyarakat Perbenihan dan Pembibitan Indonesia (MPPI) kategori Pemulia Berprestasi (2017)