Dokter merupakan suatu profesi yang populer, bahkan sebagian orang menganggapnya sebagai pekerjaan yang ‘elit’. Ada dokter umum, dokter spesialis, juga dokter hewan yang sudah sering kita dengar. Tapi, pernah dengarkah kalian tentang profesi dokter tanaman? Hmm, nampaknya masih asing ya. Kebetulan, kali ini Retorika Kampus akan membahas mengenai sebuah organisasi tepat berkumpulnya para bodyguard dan dokter tanaman. Namanya Himasita! Sebuah singkatan dari Himpunan Mahasiswa Proteksi Tanaman, yang merupakan organisasi mahasiswa Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB).

 

Organisasi yang diketuai oleh M Ridwan Nanta ini, tidak perlu diragukan lagi keaktifannya dalam upaya perlindungan tanaman. Berbagai kegiatan selalu dilaksanakan setiap tahunnya demi melaksanakan misi organisasi untuk berkontribusi demi kemajuan pertanian. Salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan adalah Kajian Keprofesian dan Jambore Perlindungan Tanaman Indonesia. Kegiatan Jambore Perlindungan Tanaman Indonesia yang baru saja dilaksanakan pada bulan November lalu, berhasil mempertemukan berbagai elemen masyarakat untuk berembuk ihwal kemajuan pertanian Indonesia, paling khusus terkait perlindungan tanaman.

 

Berbagai elemen yang turut hadir tersebut di antaranya petani, praktisi pertanian, masyarakat umum, serta mahasiswa dari perguruan tinggi seluruh Indonesia. Kampus-kampus yang hadir yakni Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Hasanudin (UNHAS), Universitas Lampung (UNILA), Universitaas Sumatera Utara (USU), Universitas Andalas (UNAND), Univeristas Brawijaya (UB), Universitas Sriwijaya (UNSRI), dan Universitas Jember (UNEJ).

 

Kesuksesan Himasita dalam mengadakan gelaran bertaraf nasional semakin memperkuat posisinya sebagai Koordinator Kajian Aksi Strategis Himpunan Mahasiswa Proteksi Tanaman Indonesia (HMPTI). Tidak hanya didaulat sebagai poros utama kajian proteksi tanaman, Himasita juga mampu membuktikan keahliannya terhadap bidang keilmuannya dengan menjuarai Lomba Cepat Tepat dan Lomba Poster dalam acara Plant Protection Olympiade yang dilangsungkan di Universitas Brawijaya, serta meraih posisi dalam Insect Day yang digawangi Universitas Gajah Mada.


Walaupun sudah meraih prestasi dan mendapatkan posisi di ranah nasional, Himasita di bawah kepemimpinan M Ridwan Nanta masih memiliki target-target lain untuk dicapai di tahun mendatang. Seperti pelaksanaan agenda Ekspedisi Padi Nusantara, Pelatihan Karya Tulis dan Klinik Program Kreativiats Mahasiswa bagi seluruh mahasiswa Proteksi Tanaman, juga pengembangan minat bakat lainnya yakni di bidang bisnis dan jurnalistik. Dan tentunya mensukseskan agenda terpenting yang juga merupakan implementasi dari misi Himasita, yakni menjalin kerjasama dengan instansi dalam dan luar kampus mengenai isu pertanian dan perlindungan tanaman.

Keren. Jaya terus ya, Himasita!