Bogor - Institut Pertanian Bogor (IPB) tengah melakukan pendataan terhadap mahasiswa yang terdampak bencana gempa dan Tsunami di Palu, Donggala, dan Sigi, Sulawesi Tengah. IPB juga akan membantu merevitalisasi pertanian, perikanan dan peternakan terdampak bencana.

“IPB akan membantu mahasiswa asal Palu, Donggala dan Sigi untuk pulang ke kampung halaman mengecek kondisi keluarganya bila ada yang memerlukannya,” ujar Rektor IPB, Dr. Arif Satria di Kampus IPB Dramaga, Bogor, Selasa (2/10).

Ada beberapa langkah darurat yang sedang dilakukan IPB yakni pendataan mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana dan akan memberikan beasiswa serta bantuan biaya hidup selama menempuh pendidikan di IPB bagi yang benar terdampak seperti rumahnya hancur dan kehilangan mata pencaharian.

“Untuk mahasiswa yang terkena dampak serius, IPB akan berupaya mencarikan sumber beasiswa yang ada untuk kelangsungan studi di IPB maupun biaya hidup selama di Bogor,” ujarnya.

Dalam jangka panjang, IPB akan ikut berperan dalam mitigasi bencana sampai recovery, menghidupkan dan mengembangkan potensi pertanian, peternakan dan perikanan di Palu, Donggala dan Sigi pasca gempa, termasuk memberikan masukan dalam resettlement untuk wilayah-wilayah rawan pergeseran lahan.

IPB dapat berperan melalui Pusat Studi Bencana dan Pusat-Pusat Studi di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) untuk ke depan membantu merevitalisasi pertanian, perikanan dan peternakan. IPB akan fokus pada tahap kedua yakni pada community development.

“Kita akan manfaatkan data dari berbagai pusat studi di IPB untuk melakukan kegiatan penanganan pasca gempa di sana,” ujarnya.

Saat ini IPB juga mendorong penggalangan dana dan mencoba mengirimkan bantuan kepada korban bencana. Selain itu, IPB juga berupaya mengajak seluruh Perguruan Tinggi, terutama Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) untuk bersinergi membantu masyarakat di lokasi bencana memanfaatkan seluruh tenaga ahli dan fasilitas serta data dan informasi yang dimiliki untuk bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat mempercepat pemulihan.