Bogor. Departemen Budidaya Perairan (BDP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (IPB) akan menggelar hajatan ilmiah berupa konferensi internasional bioteknologi pada 11 Oktober di IPB International Convention Center, Botani Square Bogor.

Tema yang diusung adalah "Aquaculture For Food Security: Linkingthe Science to the Industry", sebab akuakultur memainkan peran penting dalam memasok pangan global.

"Oleh karena itu, untuk memenuhi permintaan produk perairan, akuakultur harus dikembangkan menuju industrialisasi. Termasuk untuk meningkatkan kualitas dan daya saing di pasar, dipandang perlu menciptakan lebih banyak pengusaha akuakultur yang bisa bersaing di pasar global," demikian menurut pihak IPB dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Selasa (18/9/2018).


Implementasi industri perikanan budidaya juga akan meningkatkan nilai, efisiensi, dan produksi, yang kemudian akan mempercepat pertumbuhan produksi akuakultur dunia yangberorientasi pada tren pasar lokal dan global.


"Saat ini, bioteknologi telah terbukti secara efektif dan efisien meningkatkanproduksi pangan, proses produksi, dan kualitas produk. Sebagai ilmu pengetahuanterapan, bioteknologi telah menjadi daya tarik luar biasa bagi para pengusaha danpraktisi karena memberikan kesempatan tak terbatas untuk mengembangkan teknologibaru yang dapat memperkuat industri akuakultur," lanjut pernyataan tertulis Institut Pertanian Bogor.


Demikian pula di bidang akuakultur,penerapan bioteknologi dianggap mampu mendukung industri akuakultur untukmeningkatkan produksi secara efisien, termasuk pengembangan kualitas yang baik,harga yang sangat kompetitif dan pakan yang ramah lingkungan.

Selain itu, bioteknologi juga diaplikasikan untuk perbaikan kesehatan organisme air, optimalisasi kualitas air dalam sistem akuakultur, serta perbaikan genetika ikan dan sistem reproduksi dalam akuakultur.

"Dalam waktu dekat, pengembangan bioteknologi akuakultur diharapkan akan berperan lebih signifikan dalam memenuhi permintaan pangan global dan mengatasi masalah ketahanan pangan dunia."

Pengembangan Budidaya yang Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan


Departemen BDP sebelumnya telah menyelenggarakan lima kali Simposium Bioteknologi Akuakultur Nasional, yaitu setiap dua tahun sekali (2006-2014). Sejak 2016, penyelenggaraan ditingkatkan menjadi International Conference on Aquaculture Biotechnology (ICAB), yang mendapat tanggapan sangat baik dari stakeholder bidang akuakultur di Indonesia.


Selain itu, konferensi ini juga dihadiri oleh lebih dari 250 peserta pada setiap kegiatannya. Peserta dalam simposium ini berasal dari berbagai latar belakang, yaitu perguruan tinggi atau universitas, lembaga penelitian, mahasiswa, instansi pemerintah, pengusaha dan stakeholder terkait lainnya dalam industri akuakultur.


Dalam simposium sebelumnya, sekitar 50 presentasi oral dan 20 poster disajikan oleh berbagai penulis. Simposium ini juga didukung oleh 35 sponsor yang berasal dari pemerintah dan swasta.

"Konferensi ini diharapkan dapat memfasilitasi diskusi, diseminasi dan sosialisasi temuan baru dan hasil penelitian di akuakultur. Keynote speaker yang akan hadir adalah pakar profesional di berbagai bidang ilmu akuakultur dan industri," ujar keterangan tersebut.

Konferensi ini bisa menjadi forum yang bisa bermanfaat bagi stakeholder akuakultur, terutama dalam pengembangan budidaya yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.


Di samping itu, konferensi ini akan menghadirkan pembicara utama antara lain: Dr. Thavasimuthu Citarasu (Manonmaniam Sundaranar University, India) "Herbal Biomedicines: A Sustainable Solution for Aquaculture Industry", Prof. Dr. Yuji Oshima (Kyushu University, Japan) "Fish Environmmental Science", Dr. Kartik Baruah (Swedish University of Agricultural Sciences, Sweden) "Crustacean Microbiology and Immunology", dan PD Dr. Habil Sonja Kleinertz (DAAD Fellow Faculty of Fisheries and Marine ScienceIPB) "Use and control of parasites in mariculture".

"Presentasi dan hasil-hasil penelitian (oral dan poster) yang akan disampaikan olehpara peneliti mencakup berbagai aspek penerapan bioteknologi dalam akuakultur, termasuk sistem produksi, genetika ikan dan reproduksi, nutrisi ikan, pengelolaan kesehatan ikan dan pengelolaan lingkungan budidaya, sistem dan manajemen budidaya."

"Konferensi ini juga akan membahas kebijakan yang ditujukan untuk meningkatkan dan mempercepat pengembangan industrialisasi akuakultur," pungkas pernyataan tersebut.



sumber: liputan6.com