BOGOR. Zulfa Fauziah yang akrab dipanggil Zulfa merupakan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) dari Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Zulfa berhasil meraih Juara II pada ajang IPB National Essay Competition 2018. Dalam essaynya, Zulfa membuat gerakan untuk pemberdayaan perempuan yang diberi nama FIA (Female In Action). 


Berkat prestasinya ini, Zulfa berhak mendapatkan kesempatan mengunjungi tiga negara yaitu Malaysia, Singapura, dan Thailand. “Rasanya senang sekali, dan masih tidak percaya kalau saya menang lomba ini. Ini gift banget buat saya,” ujarnya.


Dalam karyanya tersebut, Zulfa mengangkat sebuah permasalahan mengenai kurangnya partisipasi perempuan di Indonesia yang mengakibatkan perempuan lebih banyak terdampar pada sektor informal yang kurang mendapat perlindungan hukum. “Karya ini bermula dari keresahan saya sebagai founder dan teman saya Salsabila Ariana sebagai co founder ketika melihat fakta  bahwa perempuan susah untuk speak up karena masalah mentalnya yang masih cukup rendah,” terangnya.


Menurutnya, sehebat apapun perempuan, mereka akhirnya akan menjadi seorang ibu. Zulfa ingin agar perempuan terutama mahasiswi memiliki self building sehingga mereka dapat menjadi ibu, istri, dan sosok yang dapat memberikan kontribusi keilmuannya untuk masyarakat. 


“Hal yang memotivasi saya adalah banyaknya teman saya yang sebenarnya memiliki kapasitas ilmu yang mumpuni namun tidak berani speak up. Saya ingin agar gerakan ini dapat menjadi inspirasi terutama bagi mahasisiwi,” ujar Zulfa. 


Selain prestasi ini, Zulfa juga sering menorehkan prestasi khususnya pada lomba debat. Contohnya Juara I Lomba Debat di Universitas Jember, Juara II Lomba Debat Marketing di Universitas Binus, Juara I Lomba Debat Industri Nasional di Universitas Sumatera Utara (USU), dan masih banyak lagi. 


“Ini adalah pertama kalinya saya terjun ke dunia penulisan, biasanya saya sering ikut lomba debat. Jadi waktu SMA juga sudah terbiasa untuk speak up sehingga waktu di IPB bertemu komunitas Propelan, saya langsung gabung dan terjun ke lomba-lomba,” tambahnya. Propelan merupakan sebuah komunitas yang  menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa di IPB yang ingin berprestasi.


Zulfa merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Zulfa berhasil masuk ke IPB lewat jalur Beasiswa Utusan Daerah (BUD) dari Perusahaan Pertambangan Adaro. 


“Untuk berhasil, maka kita harus siap untuk keluar dari zona nyaman dan beda dari orang lain. Setiap orang memiliki passion mereka masing-masing, tugas kita adalah mengembangkan passion yang kita miliki. Tentunya dalam setiap perbuatan saya juga tidak boleh melupakan Allah, semakin banyak tantangan dalam kehidupan saya maka itu semakin mendorong saya untuk dekat dengan Allah,” tutupnya.


Artikel ini diambil dari: https://ipb.ac.id/news/index/2018/09/ipb-student-visits-three-countries-with-one-essay/b37aacb5f677ec26906f0ebfcc9fb8f8