JAKARTA – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Prof. Dwikorita Karnawati menyampaikan apresiasi atas pembuatan radar cuaca buatan peneliti ITB (Institut Teknologi Bandung).


Dalam peninjauan radar cuaca di Rooftop Gedung Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB, Prod Dwikorita menyampaikan, radar tersebut mempunyai banyak keunggulan di antaranya portable (mudah dibawa kemana saja), tidak menggunakan tabung, mudah dipasang dan buatan asli Indonesia. Sebab selama ini radar cuaca yang dipakai kebanyakan dari luar negeri.


"Karena selama ini kita pakai dari luar negeri, kalau ada kerusakan onderdil masih harus menunggu lama, karena radar ini made in Indonesia, perawatan, pemeliharaan, atau kerusakan onderdir bisa langsung didapat dari ITB," katanya yang dikutip Okezone dari laman ITB, Jumat (21/9/2018)


Menurut dia radar ini sangat penting untuk pengamatan cuaca di daerah Bandung dan sekitarnya dengan jangkauan kurang lebih 60 kilometer. Terlebih radar ini sangat cocok untuk memantau area lokal dengan dinamika cuaca unik seperti cekungan Bandung.


"Kita sudah punya radar yang jangkaunya jauh di Tangerang. Namun untuk mengantisipasi cuaca ekstrem yang terjadi di Bandung kurang akurat sehingga dengan adanya radar cuaca ini akan meningkatkan akurasi dan ketepatan dalam memprediksi cuaca ekstrem," ujarnya


Sementara itu kunjungan Kepala BMKG ditemani langsung oleh Rektor Prof. Kadarsah Suryadi, Rabu (19/9/2018). Rektor ITB, Prof. Kadarsah Suryadi menyampaikan rasa terima kasih kepada BMKG dan pihak terkait lain dalam pengembangan radar cuaca ini karena ini suatu hal yang sifatnya lintas disiplin dan lintas institusional.


"Kenapa lintas disiplin, karena ada meteorologi ada elektronik, mekanik, kebumiannya. Tetapi yang menarik di sini adalah inovasi yang dilakukan kawan-kawan mendapatkan dukungan dari industri dan langsung punya akses kepada BMKG," ujar Rektor.


Rektor menambahkan, sehingga dengan adanya pertemuan semua lintas sektoral tadi, maka apa yang direncanakan dan diinovasikan oleh ITB mudah-mudahan bisa langsung dipakai. Menurutnya model seperti ini nantinya bisa jadikan referensi untuk inovasi di bidang-bidang yang lainnya. 


Peniliti ITB dari Kelompok Keahlian Teknik Telekomunikasi, Sekolah Teknik Elektro dan Informatikan (STEI) Dr. M. Ridwan Effendi mengembangkan radar cuaca yang memiliki nama lain I-WARP atau Indonesian Weather Radar – Polarimetric.



Sumber: https://news.okezone.com