BANDUNG. Satu lagi kegiatan menarik dan bermanfaat yang di selenggarakan di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB). Kegiatan Generasi Berkreasi Goes to Campus kali ini dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2018. Penandatanganan MoU kerjasama antara Martha Tilaar Group dan ITB yang ditandatangani oleh  Prof. Ir. Kadarsah Suryadi selaku Rektor ITB dan Samuel Eduard Pranata selaku Direktur Martha Tilaar Group yang disaksikan oleh Martha Tilaar selaku pendiri perusahaan sekaligus pemilik brand Martha Tilaar pada bulan Juli lalu.


Inti dari kegiatan ini adalah seminar entrepreneur, namun para mojang Bandung juga dapat mengikuti beauty class dari Martha Tilaar yang mengambil tema “Look Chic Look Natural Glow Everyday” yang akan dipandu oleh Alifah Ratu. Selain itu, pada kegiatan ini juga diadakan lomba perencanaan bisnis, lomba desain dan para mahasiswa juga bisa mendapat informasi mengenai program beasiswa dan lowongan pekerjaan di job fair.



Acara Generasi Berkreasi Goes to Campus kali ini bertemakan Kreatif Boom 2018 “Bagaimana Menciptakan Impactful Creativity”. Kegiatan ini menghadirkan pula pembicara-pembicara inspiratif yang kompeten dibidangnya dan dapat memberikan pengetahuan serta informasi tentang Impactful Creativity kepada generasi kekinian atau lebih dikenal dengan generasi milenial. Disambut dengan tepuk tangan riuh dari peserta seminar, Aryo yang merupakan Brand Explorer memandu acara dengan baik. Ia mengingatkan peserta bahwa kegiatan ini akan memaparkan tentang bagaimana membuat kreativitas yang berdampak, kreativitas yang bisa menggerakkan orang banyak, kreativitas yang mengubah seseorang agar melakukan sesuatu untuk Indonesia yang lebih baik kedepannya.


Sebagai pembicara hadir Kilala Tilaar yang merupakan Corporate Creative Innovation Director Martha Tilaar Group, Wiradeva Arif sebagai Co-Founder Agate Studio, Founder Warunk Upnormal Rex Marindo, General Manager PT Oakley Indonesia sekaligus pendiri komunitas Young On Top Billy Boen sangat antusias berbagi ilmu dan pengalaman berdasarkan apa yang sudah mereka lalui hingga saat ini.


Mengutip Seth Godin yang merupakan penulis sekaligus pengusaha yang menyatakan “In A Busy Marketplace, not standing out is the same as being invisible”, Kilala pada presentasinya menekankan bahwa dengan kondisi pasar saat ini, segala sesuatu yang kita lakukan tanpa kreativitas  akan tenggelam atau dapat dikatan tidak terlihat.


Lain halnya dengan Billy Boen yang menjadi pembicara kedua, yang menyatakan “buat saya jadi orang kreatif itu gampang banget, tapi untuk punya impact yang luar biasa besar karena kreativitas kita itu baru keren”. Namun, sebelum membahas mengenai inovasi atau kreativitas ia lebih menekankan pada pengenalan diri sendiri, mencari apa yang menjadi purpose dalam hidup ini. “Kita cintanya ngapain sih? Do what you love, love you do”, pesannya dengan tegas. Ia menekankan pentingnya melakukan apa yang kita cintai atau mencintai apa yang harus dikerjakan karena jika ingin membuat sesuatu yang hebat pasti tidak ada jalan yang mulus, akan penuh rintangan.  


Rex Marindo yang merupakan Founder Warunk Upnormal, memberikan paparan dari sudut pandang yang berbeda, dimana dia mengatakan bahwa pentingnya ilmu dalam melakukan suatu pekerjaan. “Banyak orang yang saya temui membangun bisnis tanpa ilmu bisnis, tanpa ilmu manajemen, konyol. Kalau mau bisnis ya harus tau ilmu bisnis”, ujarnya. Semua pemateri mempresentasikan materinya dengan sudut pandang yang berbeda namun terdapat benang merah yang bisa dihubungkan dengan impactful creativity.


Ditemui pada sesi berbeda, Kilala yang merupakan alumnus Suffolk University dan Harvard University, menjelaskan bahwa yang menjadi tantangan terbesarnya sebagai generasi kedua dalam meneruskan bisnis kosmetik di Martha Tilaar Group adalah bagaimana meneruskan visi Martha Tilaar sebagai pendiri perusahaan sekaligus ibu kandungnya yaitu untuk mempercantik dan memberdayakan wanita Indonesia. “Jadi challenge-nya lebih berat”, lanjutnya.


Ia merasa permasalahan yang harus dihadapi sekarang adalah masalah mentalitas. Nah, mentalitas anak muda saat ini menurutnya banyak yang mudah patah semangat. Ia mengatakan dalam dunia bisnis tidak ada yang instan. Ia pun mengatakan kerja keras, kerja pintar, dan memiliki koneksi dengan banyak orang dapat menjadi modal untuk lanjut dan bertahan lama dalam dunia bisnis. “Jadi milenials itu kritis-kritis dan lebih pintar dibanding generasi sebelumnya, cuma tinggal ditambah saja tekun ulet sama never give up karena hidup ini adalah suatu perjuangan, tidak ada yang serba instan atau gratisan gitu”, pesan Kilala untuk kaum milenials melalui reporter Retorika Kampus.


Reporter: Wa Ode Sitti Warsita