BANDUNG. Pada tanggal 17-18 Maret 2018, Institut Teknologi Bandung (ITB) mengadakan ITB Integrated Career Days 2018. Acara yang rutin dilakukan tiap tahun ini mengalami penurunan jumlah peserta pencari kerja dari tahun sebelumnya. Selain itu terdapat pergesaran perusahaan yang mendaftarkan dirinya dalam ITB Integrated Career Days dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

 

Ditemui di kantornya, Dr.Eng. Bambang Setia Budi, ST., MT. selaku Direktur ITB Career Center mengatakan bahwa berkurangnya pengunjung bukan disebabkan turunnya antusiasme terhadap kegiatan ITB Integrated Career Days 2018 namun lebih disebabkan karena adanya sistem online yang memungkinkan seseorang untuk melakukan pendaftaran lowongan kerja melalui online tanpa harus datang ke lokasi pameran. “Namun, keuntungannya kalau yang datang langsung ke venue bisa langsung bertatap muka, berdiskusi, bertanya lebih detail mengenai tanggung jawab pekerjaannya nanti,” ujar dosen Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB tersebut. ITB Integrated Career Days 2018 yang diadakan di Aula Barat dan Aula Timur sendiri dihadiri oleh 44 perusahaan dan 8300 peserta yang datang langsung ke venue.

 

Dr. Bambang pun mengakui bahwa terjadi perubahan terkait perusahaan-perusahaan yang mendaftarkan dirinya ke Career Days yang diadakan di ITB. Dua sampai tiga tahun terakhir perusahaan yang berkaitan dengan eksplorasi atau oil and gas hampir tidak ada lagi. “ITB dulu sangat dikenal untuk perusahaan-perusahaan eksplorasi dan oil and gas yang gajinya besar seperti PT. Cevron, PT. Schlumberger, PT. Migas, PT. Pertamina, dan lain-lain tetapi karena adanya krisis semakin kesini mereka sudah tidak ada lagi”, ujar pria yang mendapat gelar doktor di Toyohashi University of Technology ini. Krisis ini disebabkan utamanya oleh sumber daya alam yang semakin sedikit sehingga arahnya saat ini bukan lagi ke energi tak terbarukan. Harga yang sangat fluktuatif dinilai juga membuat perusahaan-perusahaan raksasa di bidang oil and gas ini hanya untuk sekedar tidak melakukan rasionalisasi (pemecatan pegawai red.) saja sudah berat apalagi harus merekrut Sumber Daya Manusia (SDM) baru. Terbukti 3 tahun yang lalu banyak perusahaan oil and gas yang merumahkan pegawainya.

 

Harga yang fluktuatif di pasar ini menurutnya disebabkan oleh banyak faktor salah satunya situasi politik. Harga bisa menjadi sangat mahal dan tiba-tiba menjadi sangat murah. “Human resource akan sangat mudah terpengaruh. Kalau bisnis lesu tidak mungkin akan mengambil pegawai baru, tidak mungkin akan mecari SDM lagi, untung tidak ada, cashflow tidak ada.” Ia menambahkan sebagai unit service yang melayani perusahaan dan sebagai front liner supplier SDM khususnya dari ITB, mereka dituntut untuk lebih cepat membaca pergerakan dan perubahan pasar.

 

Ia melanjutkan saat ini yang sedang bertumbuh adalah startup atau perusahaan yang dibangun 5-10 tahun yang lalu. Menurut Dr. Bambang perusahaan-perusahaan ini memiliki potensi menjadi kanibal bagi perusahaan lain karena perkembangan dunia digital atau information technology (IT) yang semakin pesat. ITB Integrated Career Days 2018 lalu didominasi oleh perusahaan perusahaan dengan basic IT atau digital.


(Nur Novilina/Warsita)