BANDUNG. Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi (PPNN) Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali mengadakan Nano for Kids and Teens. Acara yang diselenggarakan mulai tanggal 12-14 Desember 2017 ini merupakan kali kedua ITB menyelenggarakan acara tersebut.  

 

Ditemui usai menutup acara, Irfan selaku salah satu panitia penyelenggara mengutarakan tujuan utama dari kegiatan Nano for Kids and Teens adalah sebagai bentuk sosialisasi tentang apa itu nanosains dan nanoteknologi kepada anak-anak usia SMA ke bawah. Hal ini dikatakannya sebagai upaya agar nanosains dan nanoteknologi bukan hanya dikenal di kalangan universitas, namun sudah dekat di masyarakat sejak dini sehingga nantinya menimbulkan minat riset yang tinggi terhadap nanosains dan nanoteknologi.

 

Menurutnya, perkembangan nanosains dan nanoteknologi sudah sangat pesat. “Di luar negeri hampir semua penelitian difokuskan kearah nano. Tapi di Indonesia kita masih hanya sebagai user atau pengguna”, ujarnya kecewa. 


Oleh karena itu ia berharap ke depannya Indonesia bukan hanya sebagai pengguna nanoteknologi namun juga mampu memperdalam riset di bidang nano atau disebut nanosains dan dapat memproduksi aplikasinya atau yang disebut nanoteknologi. Ia merasa ITB sebagai salah satu institusi yang memiliki laboratorium Nano Center memiliki tanggung jawab lebih dalam mensosialisasikan nanosains dan nanoteknologi. “Karena sampai saat ini pengenalan tentang nanosains dan nanoteknologi belum masuk ke sekolah-sekolah”, ujar pemilik nama lengkap Irfan Dwi Aditya ini. 


Dosen muda Jurusan Matematika ini pun mengaku baru mengetahui nanosains dan nanoteknologi saat mengambil tugas akhir ketika masih menjadi mahasiswa di ITB.  Ia berharap adik-adik yang terlibat bisa memiliki minat lebih di bidang nano sehingga bisa menjadi agen-agen di sekolahnya untuk menyebarkan ketertarikan terhadap nanosains dan nanoteknologi dan harapan jangka panjangnya mereka menjadi generasi penerus yang akan ikut serta mengembangkan penelitian Indonesia di bidang nano.

 

Kegiatan yang dilakukan oleh peserta Nano for Kids and Teens antara lain perkenalan secara umum tentang apa itu nanosains dan nanoteknologi oleh para dosen di ITB yang memiliki penelitian di bidang nano, selain itu di hari kedua mereka bermain di laboratorium yang menjadikan nanosains dan nanoteknologi sebagai inti risetnya. “Salah satunya mempelajari alat Scanning Electron Microscope (SEM), mempelajari cara membuat solar cell dan memperkenalkan peran komputasi di dunia nano”, ujar Irfan. Dan di hari terakhir para peserta diajak untuk outbond.

 

Peserta terdiri dari 10 orang yang berasal dari Bandung mayoritas dan beberapa dari Jakarta dan Bogor. Tahun ini jumlah peserta merosot drastis dari sebelumnya 40 orang. Hal ini diakui Irfan karena banyak faktor seperti kurangnya publikasi. “Tahun lalu pun sempat diadakan Nano for Teacher yaitu pengenalan nano untuk guru-guru SMA. Namun juga tak dapat direalisasikan di tahun ini”, ujarnya. 


Ia menuturkan bahwa semua anak dan remaja bisa ikut, tinggal mengisi ketentuan saat open recruitment. “Paling membuat esai tentang motivasi mengikuti acara ini”, paparnya. Peserta yang sudah pernah ikut pun tidak tertutup kemungkinan untuk mengikuti lagi acara ini tahun depan.