BANDUNG. Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) baru saja menggelar pesta demokrasi Pemilihan Raya (Pemira) Kabinet Keluarga Mahasiswa (KM) ITB. Setelah melalui rangkaian acara panjang mulai pawai, hearing di berbagai jurusan, unit dan panelis yang dihadiri oleh Ardhi Rasy Wardhana selaku presiden Kabinet KM ITB yang tengah menjabat, hingga debat kandidat sebagai puncaknya, akhirnya muncul satu nama sebagai pemenang. Acara yang digelar sejak dua bulan lalu ini diakhiri dengan terpilihnya calon nomor urut satu menggantikan Ardhi Rasy Wardhana di Kabinet KM ITB 2018.



Ahmad Wali Radhi, Teknik Pertambangan ITB angkatan 2014 dengan visi ‘menjadikan KM ITB sebagai rahim pelayanan dalam pergerakan merangkai Indonesia madani’ berhasil mengungguli lawan politiknya Alfatehan Septianta, Teknik Mesin ITB angkatan 2014. Pemuda yang akrab disapa Wali ini hingga saat ini masih menjabat sebagai Kepala Keluarga Mahasiswa Islam (Gamais) ITB dan akan didemisionarisasi pekan depan tanggal 22 desember 2017. “Baru kemarin malam (selasa) disahkan di kongres KM ITB menjadi kandidat presiden KM ITB yang terpilih melalui Pemira KM ITB 2017 dan baru dilantik tanggal 9 februari nanti. Saat ini baru jadi presiden terpilih belum jadi presiden terlantik,” ungkap Wali.


Ditanya tentang  prediksi hasil pemira, Wali mengaku optimis untuk menjadi presiden kabinet KM ITB 2018. Menurut pandangannya, sebagai seorang muslim bahwasanya yang namanya keimanan selalu berdampak pada optimisme. “Jadi seharusnya kalau saya beriman pada tuhan saya, maka harusnya saya selalu optimis terhadap segala tantangan yang saya jalani dalam hidup ini. Termasuk dalam kampanye pemira KM ITB 2017 yang sudah saya jalani dua bulan ini,” tutur Wali.


Selain misi dan misi yang telah dipaparkan, Wali menawarkan beberapa perbaikan kinerja kabinet KM ITB yang akan dipimpinnya. Salah satu yang ia tekankan adalah mengenai pengembangan knowledge manajemen di tataran organisasi mahasiswa. Menurut Wali, setiap pergantian presiden dari tahun ke tahun selalu membawa hal yang baru. Padahal menurutnya, selalu ada capaian-capaian baik dan program yang telah stabil di tahun sebelumnya, namun sayangnya tidak dilanjutkan. “Sebaliknya ada saja evaluasi tertentu yang dianggap buruk dari suatu kepengurusan tapi malah dilanjutkan ke pengurusan selanjutnya.”


Bicara kabinet kerja KM ITB 2018, tak lengkap rasanya jika tidak membahas jajaran pengurus lain yang akan menyukseskan program kerja presiden. Kepada Retorika Kampus Wali mengaku telah mencatat beberapa nama yang akan menjabat amanah di kabinet KM ITB. Wali menuturkan bahwa dirinya membentuk struktur cukup unik, berbeda dengan organogram kabinet beberapa tahun ini. Wali memilih model struktur organisasi yang ramping, tidak gemuk tapi memiliki 3 layer (lapis). “Jadi saya punya wakil internal, eksternal tapi juga sekjen. Namanya nanti aja ya saat inagurasi pengumuman, tapi masih lama itu bulan maret,”pungkas khafidz quran 30 juz yang kini menjadi Presiden terpilih Kabinet KM ITB.