Berada di ujung masa jabatannya sebagai Duta Besar (Dubes) Kerajaan Inggris untuk Indonesia, H.E Moazzam Malik menyempatkan diri untuk menyambangi kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Kamis (13/6). Kunjungan kali keempatnya ke ITS ini disambut langsung oleh Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari M Eng.


Moazzam mengungkapkan, telah bertemu dengan Rektor ITS periode sebelumnya yakni Prof Ir Joni Hermana MScES PhD beberapa kali. Ia pun masih mengenang waktu klai pertama bertandang ke ITS pada Desember 2014 silam. “Saya pun berkesempatan ke Surabaya dan melakukan tur kampus dengan naik becak,” kenangnya yang disambut tawa kecil para undangan yang hadir.


Sebentar lagi, Moazzam akan mengakhiri tugasnya sebagai duta besar. Namun, lanjutnya, ini baru kali pertamanya bertemu Prof Mochamad Ashari sebagai orang tertinggi di ITS. “Saya senang punya kesempatan berharga seperti ini lagi untuk mengunjungi salah satu universitas terbaik di Indonesia ini dengan segala perkembangannya,” tutur pria yang lahir di London, 52 tahun silam ini.


Moazzam melanjutkan, Inggris sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan Indonesia. Utamanya untuk mengundang para mahasiswa berkuliah di universitas berkelas dunia di Inggris. “Yang terbanyak saat ini adalah mahasiswa meraih beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP),” ungkapnya.


Suasana diskusi antara Kedutaan Besar Kerajaan Inggris dan para pimpinan di ITS, (Kiri ke Kanan) Elijas Pudjianto Presiden Direktur PT Jasatama Petroindo, Dubes Inggris Moazzam Malik, Rektor ITS Prof Mochamad Ashari, dan WR 1 Prof Adi Soeprijanto.


Negara Indonesia, tambah lulusan University of Oxford ini, sangat berpotensi untuk dapat terus berkembang. “Namun tentu perlu didorong dengan berbagai inovasi oleh sumber daya manusianya, salah satunya dengan saling bekerja sama,” tandas Moazzam mengingatkan.


Misalnya saja, ia menceritakan, dalam waktu dekat ini para pemimpin di Jawa Timur di antaranya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berencana untuk bertandang ke Inggris. “Karena Surabaya sendiri sudah memiliki sister city di Inggris yakni Liverpool,” ujarnya.


Kerjasama yang terjalin pun akan sangat beragam, mulai dari community services, penelitian, seni budaya, ekonomi, hingga akademik. “Dengan kolaborasi ini diharapkan dapat terjalin banyak kerjasama dari berbagai sektor, utamanya pendidikan,” harap pria yang sudah cukup lancar berbahasa Indonesia ini.


Mewakili ITS, Prof Mochamad Ashari mengaku senang mendapatkan kunjungan kehormatan dari duta besar Kerajaan Inggris untuk Indonesia ini. ITS sendiri telah memiliki kerja sama yang baik dengan Inggris, meskipun tidak sebanyak dengan negara-negara di Asia Tenggara. ITS, sebut rektor yang kerap disapa Ashari ini, telah mengirimkan beberapa mahasiswa ke Inggris lewat program seperti Erasmus + di beberapa universitas antara lain Cardiff Metropolitan University, Coventry University, University of Oxford, dan lain-lain.


Tahun ini pula, jelas Ashari, ITS mulai membuka sejumlah kelas internasional di mana mulai semester empat mahasiswa akan berkuliah di salah satu partner universitas di luar negeri. “Diharapkan akan banyak hal positif yang bisa diambil dari berbagai kerjasama yang sedang atau akan digalakkan nantinya,” ucap guru besar Teknik Elektro ini.


Beri Beasiswa ke Mahasiswa ITS


Sementara itu, President Director PT Jasatama Petroindo (PT JP) Elijas Pudjianto yang juga turut hadir dalam kunjungan ke ITS memberikan apresiasinya kepada mahasiswa ITS. Terkhusus kepada 15 mahasiswa Departemen Teknik Kimia yang berhasil mendapatkan beasiswa dari PT JP. Secara total, sejak 2016 PT JP telah memberikan beasiswa kepada 30 mahasiswa dengan prestasi akademik yang luar biasa.


Menurut Elijas, sapaannya, praktik bahasa Inggris sangat penting dewasa ini. Sebab, percaya diri datang dari praktik yang terus-menerus. “Sebab kemampuan berbahasa Inggris penting untuk menjalin kerja sama, terlebih jika ingin melanjutkan studi ke Inggris,” ujarnya.

 

Sumber: its.ac.id