Wantilan harus menjadi desa model yang terdepan di Indonesia bermodalkan sumber daya manusia yang siap memasuki dunia kerja, yang sesuai dengan kebutuhan industri. Oleh karena itu, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)-nya diharapkan dapat membantu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Desa Wantilan. Perlu diketahui bahwa Wantilan merupakan salah satu wilayah dari tiga desa yang akan menjadi bagian dari 2000 hektar kawasan industri. Sementara itu, kehadiran jalan Tol Cikopo-Palimanan memberikan dampak yang kurang baik terhadap kehidupan perekonomian masyarakatnya. Banyak warga sulit bekerja akibat tidak memiliki lahan dan tidak memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri.


Harapan tersebut terungkap saat Kepala Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang Komarudin, S.Pd., didampingi Camat Cipeundeuy Drs. Dadang Darmawan M.Si., serta 2 stafnya yaitu Sofyan Direja, M.Pd., dan Hikmat melakukan audensi dengan Pimpinan LPPM UPI dalam rangka koordinasi dan tindak lanjut MoU antara UPI dengan Pemerintah Kabupaten Subang tentang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat yang sudah ditandatangani sebelumnya. Audiensi berlangsung di Ruang Rapat lantai 1 LPPM UPI, Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Kamis (25/4/2019).


“Banyak hal yang harus dibenahi terutama dengan tingkat akurasi data. Satu contoh akibat tidak akuratnya data, terjadi salah sasaran dalam pemberian program PKH yang mengakibatkan dampak sosial yang tinggi,” ujarnya.


Sementara itu dalam kesempatan yang sama Camat Cipeundeuy Drs. Dadang Darmawan menyampaikan gambaran dan harapan desa-desa yang ada di wilayahnya untuk menjadi desa yang terdepan di Indonesia. Camat mendorong, khususnya Desa Wantilan untuk menjadi desa terbaik dan terdepan dengan memperbaiki basis data yang akan dijadikan landasan untuk mengambil kebijakan. Tantangan Desa Wantilan ke depan adalah perubahan dari desa agraris menjadi desa industri dengan adanya 25 industri yang sudah berdiri di desa tersebut. Selain itu, diharapkan terbentuknya pojok-pojok literasi yang merupakan kearifan lokal untuk Desa Wantilan, dilanjutkan dengan program pendampingan berkelanjutan.


Menanggapi hal tersebut, Ketua LPPM UPI Prof. Dr. Ahman, M.Pd., menyambut baik inisiatif Kades Wantilan dan Camat Cipeundeuy yang sangat responsif dan antusias untuk melakukan koordinasi persiapan KKN mahasiswa UPI yang sedianya akan dilaksanakan pada pertengahan Juli sampai Agustus 2019. Selanjutnya, Ketua LPPM mengarahkan pihaknya untuk melaksanakan KKN khususnya di Kecamatan Cipeundeuy berorientasi untuk melaksanakan KKN dengan tema Pos Daya, Revolusi Mental dan Kampung KB sesuai dengan butir-butir yang tertuang dalam MoU.


Hal yang sama ditegaskan Sekertaris LPPM UPI Dr. Yadi Ruyadi, M.Si., pihaknya sangat mengapresiasi atas inisiatif yang dimaksud. “Kami akan mendorong Desa Wantilan Kecamatan Cipeundeuy menjadi pilot project Kecamatan dan Desa Literasi, sejalan dengan program 100 hari Bupati Subang. Literasi yang dimaksud tidak hanya pada aspek membaca huruf tapi mencakup juga aspek teknologi, ekonomi, dan informasi. Demikian pula untuk implementasi program KKN Pos Daya yang sudah dilaunching secara resmi dalam Rapat Koordinasi Daerah Kabupaten Subang. Lebih dari itu, Desa Wantilan didorong untuk membangun Sekolah Peternakan Rakyat (SPR), pengelolaan sampah terpadu 3R (reduce, reuse, dan recycle), serta membangun Desa Wisata. Terakhir, Desa Wantilan akan dijadikan desa binaan LPPM UPI untuk melaksanakan tri dharma perguruan tinggi,” tegasnya.


Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat, Kewirausahaan, dan Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (PMKPKKN) LPPM UPI Dra. Katiah, M.Pd., dalam paparannya menyampaikan bahwa kehadiran pejabat daerah yang wilayahnya dijadikan tempat KKN, datang untuk melakukan koordinasi KKN perlu diapresiasi karena sepanjang sejarah, baru kali ini ada pejabat desa dan kecamatan yang sangat resposif. Oleh karena itu, LPPM UPI menyatakan sangat siap untuk membantu Desa Wantilan dan Kecamatan Cipeundeuy dalam berbagai aspek yang dibutuhkan oleh pemerintah desa dan kecamatan.


“Melalui pemberdayaan masyarakat, LPPM akan membuat program penyiapan kompetensi masyarakat supaya bisa beradaptasi dengan kebutuhan industri. Tidak kalah pentingnya, Desa Wantilan akan dibantu oleh para mahasiswa KKN untuk membuat basis data yang akurat,” jelasnya.


Rombongan diterima oleh Ketua LPPM UPI Prof. Dr. Ahman, M.Pd., dan Sekretaris LPPM UPI Dr. Yadi Ruyadi M.Si., Kapus PMKPKKN Dra. Katiah, M.Pd., dan Dosen Pembimbing KKN Sriyono, S.Pd., M.Pd., serta staf LPPM UPI Aep Sutisna. Kegiatan audensi ini akan ditindaklanjuti dengan peninjauan lapangan oleh Tim KKN LPPM UPI ke lokasi.

 

Sumber: upi.ac.id