Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) membuka belasan program studi (Prodi) baru tahun akademik 2019/2020 di lima kampus daerah. Hal ini berkaitan dengan komitmen UPI guna membantu Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dalam upaya meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi, yang saat ini masih dinilai rendah dibandingkan provinsi lain, yaitu sekitar 17 persen. Dengan dibukanya prodi baru di kampus daerah, maka secara otomatis menambah jumlah prodi eksisting yang sebelumnya sudah ada di masing-masing kampus utama dan daerah, yaitu program sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Program Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD).



Direktur UPI Kampus Bumi Siliwangi (Cibiru), Asep Herry Hernawan mengatakan, pihaknya akan memiliki total lima prodi, meliputi dua prodi lama, yaitu program sarjana (S1) PGSD dan PGPAUD, sedangkan tiga sisanya merupakan jurusan baru. Dua jurusan yang telah di siapkan pada tahun ini, yaitu, S1 Pendidikan Multimedia dan S1 Rekayasa Perangkat Lunak.



"Masing-masing kami siapkan kuota dua kelas atau 80 orang untuk tahun akademik 2019/2020," ujarnya dalam kegiatan konferensi pers di Kampus utama UPI Bandung, Jalan Dr Setiabudhi Nomor 229, Bandung, Rabu (24/4/2019).



Selain Kampus UPI Cibiru, empat kampus lain yang telah mengembangkan prodi baru, diantaranya S1 Kewirausahaan dan S1 Bisnis Digital di Kampus Tasikmalaya; S1 Pendidikan Sistem Teknologi Informasi dan S1 Sistem Telekomunikasi (Kampus Purwakarta); S1 Pendidikan Sistem Informasi Perikanan dan Kelautan (Kampus Serang); serta S1 Keperawatan (Ners) dan S2 Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Kampus Sumedang). Direktur Kampus UPI Tasikmalaya, Nandang Rusmana mengatakan, Kota Tasikmalaya merupakan salah satu daerah di wilayah Priangan Timur yang memiliki industri ekonomi kreatif yang berkembang pesat. Tercatat kurang lebih tujuh industri kreatif yang telah sukses dalam pengembangan ekspansi pasar.



"Kami melihat pelaku usaha industri kreatif di Kota Tasikmalaya perlu merespons adanya beberapa tantangan berkaitan dengan pengembangan usaha. Salah satunya adalah pengembangan SDM pelaksana dan pendukung pengembangan organisasi dan tenaga kerja yang handal. Karena hampir 70% pusat bisnis, pusat perdagangan, jasa, dan pusat industri di priangan timur dan selatan, berada di Tasikmalaya," ucapnya di lokasi yang sama.



Sehingga pengembangan Program Studi Bisnis Digital, kata dia, merupakan salah satu program studi yang bertujuan mencetak perencana bisnis berkelanjutan, manajer pemasaran digital, konsultan bisnis, analisis manajemen bisnis, konsultan pemasaran digital, dan manajer pengembangan bisnis.



Sementara itu Direktur UPI Kampus Purwakarta, Prof Turmudi menuturkan, hadirnya dua prodi baru menjadi jawaban kesiapan pihaknya mencetak para lulusan mahasiswa dalam upaya akan menghadapi berkembangnya tantangan era digital dan revolusi industri 4.0 di daerah-daerah kawasan penyangga Provinsi Jawa Barat, seperti Purwakarta, Subang, Karawang, dan Bekasi.



"Jadi harapannya, kami juga bisa menyuplai para lulusan ini, untuk kebutuhan industri di keempat daerah penyangga tadi. Sehingga tidak tertutup kemungkinan juga untuk bersaing secara nasional, gun menutupi kebutuhan-kebutuhan di wilayah lain," ucapnya.



Sedangkan, Direktur UPI Kampus Sumedang, Herman Subarjah mengatakan, pihaknya akan banyak mengembangkan jurusan berkaitan dengan olahraga dan keperawatan.



"Target kami, Kampus UPI Sumedang punya 10 jurusan. Karena pengembangan prodi keperawatan dan olahraga masih sangat terbuka, terutama untuk magister. Kami juga telah memiki prodi program sarjana PGSD Jaskes (Jasmani dan kesehatan) untuk guru olahrga dan guru kelas. Kedepan kami pun ingin ada prodi fisioterapi," katanya. (Cipta permana).



Sumber: www.jabar.tribunnews.com