DEPOK. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jabodetabek-Banten melakukan aksi massa di depan Hotel Bidakara, Jl. Gatot Subroto No.Kav. 71-73, RT.8/RW.8, Menteng Dalam, Tebet, Kota Jakarta Selatan pada (17/01). Tempat tersebut merupakan tempat yang dipakai untuk acara debat pertama kedua Pasangan Calon (Paslon) Presiden Indonesia 2019. Adapun tujuan diadakannya aksi tersebut mendesak agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak mengadakan debat kedua paslon di lingkungan luar kampus saja, tapi mahasiswa menginginkan agar debat paslon tersebut juga diadakan di lingkungan kampus.

Fajar Agung Pangestu, selaku Koordinator Pusat BEM SI mengatakan bahwa mahasiswa adalah agen of change dan sosial control bagi negara. Maka sudah sepantasnya mahasiswa ikut terlibat dalam mencerdaskan demokrasi indonesia, salah satu caranya adalah dengan ikut mengupas gagasan dari calon pemimpin Indonesia lima tahun kedepan. “Terlebih lagi kampus adalah tempat berkumpulnya intelektual hidup yang bisa memberi banyak masukan bagi para paslon Presiden dalam menjalankan roda pemerintahan,” Ujarnya dalam keterangan tertulisnya.


Aksi dimulai pada pukul 17:46 WIB dengan membentangkan banner yang berisi tuntutan dengan  melakukan gimik memakai plastik hitam di kepala yang melambangkan adanya calon presiden tetapi tidak ada ide dan gagasan yang tersampaikan dan terutarakan kepada mahasiswa sebagai kaum akademisi.


Aksi kreatif ini diakhiri dengan peryataan sikap yang dipimpin langsung oleh Koordinator Pusat BEM SI, Fajar Agung Pangestu yang berisi:


“Berdasarkan UU No. 7 tahun 2017 pasal 4 yaitu ‘memperkuat system ketatanegaraan yang demokratis’ diharapkan dapat terwujud dengan banyaknya pemilik yang tidak golput karena masyarakat bisa lebih terbuka melihat gagasan yang ditawarkan terkhusus dalam dunia akademik”.

Maka Mahasiswa Aliansi Badan Eksekutif Seluruh Indonesia meminta dengan tegas:

1. Menuntut KPU untuk menyelenggarakan debat capres dan cawapres di kampus

2. Capres dan cawapres bersedia untuk mengikuti debat kandidat yang dilaksanakan oleh mahasiswa

3. Capres dan cawapres Berkomitmen dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat Indonesia.


Surat perjanjian dibuat sebagai dokumen mengiat masing-masing pihak, sebagaimana isi dan bunyi yang tercantum dalam kesepakatan. Setelahnya, massa aksi membubarkan diri sambal menyanyikan lagu Mars Mahasiswa. Namun demikian, aksi tersebut belum mendapat tanggapan apapun baik dari pihak KPU maupun kedua paslon. Oleh karenanya, aksi akan dilanjutkan pada hari Jumat (18/01) di depan Gedung KPU Pusat pada pukul 13:00 WIB.


Cahya Muhammad, Koordinator media BEM SI mengatakan bahwa aksi ini merupakan bukti keseriusan mahasiswa untuk membantu mencerdaskan demokrasi Indonesia dan rakyat Indonesia agar memilih pemimpin yang tepat. “Jika tuntutan (ini) tidak dikabulkan, (maka) kami akan segel kantor KPU,” ungkap Cahya.


Cahya juga menambahkan bahwa sudah sepantasnya pemilu 2019 dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Bukan hanya dari elite politik saja. Empat dari lima debat yang dilaksanakan, tempatnya berada di hotel. Sedangkan debat yang ke-5 belum ditentukan tempatnya. “Oleh karenanya, perlu dilaksanakan debat ke-5 di kampus untuk menguji sejauh mana kompetensi yang dimiliki oleh masing-masing paslon,” ujarnya.