Jakarta. Dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional (HARDIKNAS) pada (2/2/2019), Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Indonesia (BEM SI) melakukan aksi di depan Kantor Kemendikbud dan Kantor Kemenristekdikti. Aksi dimulai pukul 14.40 WIB, dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai sumbu pemanas kobaran semangat yang dipimpin oleh saudara Erfan Kurniawan. Dihadiri oleh beberapa kampus diantaranya IPB, UNJ, STEI SEBI, UNNES, STEI TAZKIA, STT NF, PNJ, UNSURYA, UNY, INSTIPER, STTPLN, AMIKOM, UPN, UNPAK dan YARSI. Pada aksi kali ini mahasiswa membawa beberapa tuntutan yang terbagi dalam dua isu yakni Dikdasmen dan Dikti adalah sebagai berikut:


1. Menaikkan presentase anggaran pendidikan di daerah-daerah minimal pencapaian 20% oleh pemerintah daerah.


2. Purifikasi 20 % APBN dan APBD dalam hal ini memisahkan tunjangan dan gaji guru dari anggaran 20% tersebut.


3. Membuat kebijakan Clean Government dalam dunia pendidikan dengan melibatkan minimal komponen-komponen tertera : 1) Akademisi 2) Praktisi Pendidikan 3) Mahasiswa.


4. Menuntut pemerintah untuk membuat kebijakan dengan berdasarkan data lapangan dan dilaporkan kepada publik lewat media yang ada sebagai upaya transparansi kinerja dan proses tidak hanya laporan hasil.


5. Menuntut pemerintah dalam realisasi wajib belajar 12 tahun sebagai upaya pembangunan sumber daya manusia yang berkemajuan lewat pendidikan.



• Tuntutan Isu Dikti:


1. Revisi UU No. 12 Th. 2012.


2. Mendukung penghapusan Pasal 4 Ayat 2 huruf D UU No. 7 Tahun 2014.


3. Demokratisasi kampus.


4. Menuntut Menristekdikti untuk merevisi  pasal 8 Permenristekdikti No 39 Tahun 2017  Tentang Biaya Kuliah Tunggal dan Uang Kuliah Tunggal disesuaikan dengan kajian yang disusun dalam lampiran.


5. Menuntut Menristekdikti untuk mengevaluasi serta mengawasi Perguruan Tinggi dalam pengimplementasian pasal 3, 4, 5 Permenristekdikti No 39 Tahun 2017 Tentang Biaya Kuliah Tunggal dan Uang Kuliah Tunggal.


6. Berkomitmen menghapus praktik komersialisasi, privatisasi dan liberalisasi dalam perguruan tinggi.


Pada poin tuntutan yang di bawa mahasiswa diterima oleh perwakilan dari Kemendikbud dan Kemenristekdikti dengan tanda tangan dan cap dari kementerian terkait sebagai bukti. Kedepannya, masing-masing isu akan dibahas lebih lanjut seperti pada isu Dikti pada tanggal 16 Mei 2019 dan isu Dikdasmen pada tanggal 18 Juni 2019.



“Perjuangan ini takkan pernah berakhir. Mari sama-sama kita kawal isu terkait pendidikan, agar lebih baik serta cita-cita dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dapat terlaksana”, kata Muhammad Abdul Basit Koordinator Wilayah BSJB.