Sebanyak 27 kelompok proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang lolos pendanaan tahun 2019, mengikuti Bimbingan Teknis Persiapan Monitoring dan Evaluasi PKM 5 Bidang Tahun 2019, dengan narasumber Prof. Dr. Sundani Nurono Suwandhi, Apt. Kegiatan berlangsung di Auditorium Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Lantai 4, Gedung FPBS UPI, Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Rabu (29/5/2019).


Menurut Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UPI Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan,“Kita berpacu dengan waktu, oleh karena itu, aktifitas-aktifitas yang memang harus dilakukan untuk menyelesaikan program tersebut jangan sampai ada yang tertunda, jangan sampai ada yang tidak selesai, dan seharusnya dapat menyelesaikannya secara berkualitas, sebab akan diikutsertakan dalam situasi yang lebih kompetitif lagi. Diharapkan, para dosen pembimbing dapat memberikan pendampingannya secara maksimal.”


Selama ini anak-anak hanya mendapatkan bimbingan dari dosen-dosen secara internal saja, ungkapnya, tentu saja sudah banyak hal yang dikerjakan dalam interaksinya. Namun demikian, dengan kehadiran pemateri dari luar diharapkan menjadi sebuah kesempatan yang bagus untuk mendapatkan pengayaan dan mendapatkan pencerahan dalam rangka meraih hasil yang terbaik di dalam membuat PKM yang berkualitas.


“Dengan kepakarannya, Prof. Sundani diharapkan dapat memberikan pengalamannya, sehingga para mahasiswa bisa memperoleh manfaatnya secara maksimal. Secara substantif, mereka mendapatkan pendalaman dan pengayaan dari materi tersebut, sementara untuk hal-hal teknis bisa dilakukan secara internal. Diharapkan juga, mereka dapat menyelesaikan program (PKM) ini secara berkualitas sehingga layak untuk dipertandikan dalam kompetisi berikutnya yang lebih kompetitif,” ujarnya.


Hal yang sama disampaikan Reviewer Nasional yang juga Wakil Dekan Bidang Akademik FPBS UPI Dr. Hj. Tri Indri Hardini, M. Pd., dikatakannya bahwa seluruh mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini wajib memahami dan menaati pedoman agar dapat menyusun laporan kemajuan dengan benar.


“Ke-27 kelompok mahasiswa yang lolos didanai oleh Kemenristekdikti, harus mempersiapkannya dengan sungguh-sungguh, karena kegiatan monitoring dan evaluasi internal akan dilaksanakan 20 Juni 2019, sementara untuk monitoring dan evaluasi eksternal akan diselenggarakan mulai 28 Juni 2019, dengan demikian diharapkan banyak kelompok yang mendapatkan tiket menuju ke Pimnas di Universitas Udayana Bali pada 26 hingga 31 Agustus 2019,” ungkapnya.


Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Sundani Nurono Suwandhi, Apt., dalam paparannya menegaskan,”Program Kreativitas Mahasiswa diselenggarakan dengan tujuan untuk membentuk karakter mahasiswa dalam membangun ke-bhinekatunggalika-an intelektual yang memiliki karakter tahu aturan atau taat aturan, kreatif dan inovatif, objektif dan kooperatif, serta mampu berbahasa nalar. Hasil akhir dari sebuah proposal tersebut menjadi sebuah KARYA yang sarat dengan revisi/modifikasi metode, memiliki kualitas produk dan memiliki signifikansi dampak.”


Yang perlu diperhatikan dalam monev adalah laporan kemajuan dan presentasi, ujarnya. Dosen Pendamping memperhatikan substansi, produk dan dampak, laporan kemajuan, dan log-book. Dosen Pembina PKM memperhatikan laporan kemajuan, lintasan PKM, presentasi. Sementara itu, Pemonev Belmawa memcermati log-book, laporan kemajuan, presentasi. Substansi dari monev PKM yaitu memiliki kreativitas dan inovasi, berbahasa nalar, dan berdampak. Dari sisi administrasi, mahasiswa harus memperhatikan laporan kemajuan dan log-book. Laporan kemajuan menitikberatkan pada kecocokan titik bidik kegiatan, metode atau solusi, konsistensi level tantangan intelektual, progres pekerjaan, serta keunikan dan kemanfaatan produk. PKM-P: mengungkap fakta secara ilmiah; PKM-T: Solusi iptek dalam PKM-T merupakan respon persoalan prioritas yang disampaikan mitra; PKM-KC: konstruksi kerlip nalar lolos uji coba; PKM-K: bisnis produk intelektual buka pasar; PKM-M: solusi iptek bagi masyarakat non profit. 

 

 

Sumber: berita.upi.edu