Ratusan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, menggelar aksi tolak liberalisasi, privatisasi, dan komersialisasi kampus. Para mahasiswa menduduki gedung rektorat Unsoed, pada Rabu (8/5/2019). Mereka menuntut jika fasilitas yang tersedia di Unsoed belum dapat diakses dengan mudah oleh para mahasiswanya. Para mahasiswa masih terkendala oleh penerapan tarif fasilitas yang berlaku komersil untuk kalangan internal institusi. Fasilitas-fasilitas milik Unsoed itu sendiri yang semestinya dapat dinikmati gratis, justru masih berbayar bagi para mahasiswanya.



"Gedung-gedung seperti Soemardjioto itu bayarnya Rp 800 ribu kalau ingin sewa. Bahkan gedung Rudiro di Fakultas Ekonomi bayarnya perjam," ujar Koordinator aksi Aliansi Soedirman Melawan, Denis Agita kepada Tribunjateng.com, Rabu (8/5/2019).



Denis mengatakan jika fasilitas-fasilitas yang merupakan milik Unsoed sendiri justru dikomersialisasikan.



"Kita sudah bayar melalui Uang Kuliah Tunggal (UKT) tetapi masih bayar fasilitas yang milik kita sendiri. Contohnya saja ketika saya mau olahraga di GOR Susilo Soedarman milik Unsoed, itu bayar Rp 2. 000," tambahnya.



Mahasiswa terkadang sering mengadakan kegiatan-kegiatan di dalam area kampus. Tetapi untuk menggunakan gedung milik kampus mereka sendiri masih dipungut biaya.



"Terkadang kita sudah susah cari dana untuk kegiatan dan acara. Tetapi masih bayar fasilitas yang milik kita sendiri," ungkapnya.



Selain menuntut bentuk komersialisasi pendidikan dalam bentuk penerapan tarif untuk sebagian fasilitas. Mahasiswa juga mempersoalkan terkait penerapan sistem UKT secara penuh pada mahasiswa yang sudah melewati masa studi normal. Mereka menganggap Unsoed telah melanggar asas keadilan dan kepatutan dan hanya fokus mencari pendapatan saja dibuktikan dengan pemberlakuan UKT penuh bagi mahasiswa semester akhir.



Para mahasiswa menuntut bertemu dengan rektor dan menuntut kejelasan terkait praktik-praktik liberalisasi, privatisasi, dan komersialisasi. Mereka tidak akan pergi jika belum bertemu langsung dengan rektor.



Mereka akan tetap di rektorat selama belum bertemu dengan rektor. Meskipun harus berbuka, dan tarawih di depan gedung rektorat Unsoed.



Sumber: Tribunnews.com