Rektor Universitas Pakuan, Bogor Prof. Bibin Rubini, M.Pd mengatakan ingin meniru langkah Institut Pertanian Bogor (IPB) yang berhasil menjadi perguruan tinggi ternama di dunia. Untuk itu, Universitas Pakuan meneken nota kesepahaman dengan IPB di Kampus Universitas Pakuan, Bogor (21/5).


Dalam sambutannya, Prof. Bibin mengatakan bahwa ada banyak hal yang harus dipelajari Unpak untuk meraih World Class University seperti yang sudah dicapai oleh IPB. Oleh karena itu, Unpak ingin menggali pengalaman IPB terkait akreditasi internasional.


Sementara itu, Rektor IPB, Dr. Arif Satria dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa IPB sudah menjalin kerjasama dengan seluruh perguruan tinggi yang ada di Bogor. Menurutnya kolaborasi ini penting untuk menghadapi situasi Volatility, Uncertainty, Complexity and Ambiguity (VUCA).


“Perguruan tinggi harus dapat melihat bagaimana tren masa depan, ini penting untuk bisa menjadi bahan untuk melangkah. Saat ini tren begitu besar terkait VUCA, perubahan teknologi begitu masif. Ini adalah dinamika luar biasa. Hal-hal yang bersifat imajinasi di era saat ini, bisa divisualisasikan. IPB pun sama mulai mengembangkan teknologi yang relevan di era saat ini. Sudah ada alat untuk mendekteksi kematangan buah menggunakan smartphone, deteksi penyakit tanaman melalui citra daun. Juga ada deteksi terjemahan tangisan bayi temuan mahasiswa IPB dengan ketepatan 90 persen,” ujarnya.


Menurutnya, gambaran perubahan lainnya di era VUCA adalah munculnya profesi baru yang sangat spesialis dan tidak terduga sebelumnya. Oleh karena itu, perguruan tinggi harus bisa prediksi profesi apa yang dibutuhkan pada tahun 2020- 2030.



 Selain itu perguruan tinggi saat ini harus melihat juga perilaku mahasiswa milenial yang setiap saat pegang smartphone. Mahasiswa melihat slide cukup dengan foto, share, facebook, ig, trending topik, follower. Milenial bisa mencari ilmu sendiri dengan cek google. 



“Bagaimana perguruan tinggi dapat menghasilkan lulusan yang survive dan adaptif terhadap perubahan. Kita harus merubah kurikulum agar mereka menjadi pemimpin, untuk itu IPB membuka jalur Ketua OSIS. Diharapkan melalui jalur ini akan melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan. IPB juga telah menyusun Kurikulum 2020. Kurikulum ini menyesuaikan perubahan dengan metode blended learning, kuliah daring yang harus menyesuaikan dengan milenial,” ucap Rektor.

 

 

Sumber: ipb.ac.id