BOGOR. Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) acara talk show “Ayo Kita Makan Ikan Dalam Upaya Pencegahan dan Penurunan Angka stunting di Indonesia”, Kamis (15/11/2018). Dekan FPIK IPB Lucky Adrianto mengatakan, kegiatan makan ikan bersama dan seminar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Dies Natalis FPIK IPB ke-55. Acara yang dikemas dalam Agenda Fisheries and Marine Sciences Week 2018, dimulai dari tanggal 12 hingga 17 November mendatang.

Dia menyebut, kegiatan ini adalah bentuk kerjasama yang baik antara FPIK-IPB, Himounan Alumni FPIK-IPB dan Agrianita FPIK-IPB. “Khusus untum kegiatan Ayo Makan Ikan dirancang untuk menyambut hari Ikan Nasional yang jatuh pada tanggal 21 Nopember 2018 nanti,” kata Lucky.


Terkait stunting, lanjutnya, adalah masalah yang kompleks dan tidak hanya terkait dengan kuantitas pangan. Namun juga terkait dengan kualitas pangan. Dalam konteks itu katanya, ketahanan pangan tidak hanya membicarakan soal akses kepada komoditas pangan dalam soal jumlah, namun jauh lebih penting adalah akses terhadap pangan yang berkualitas.


Dia menyebutkan, secara sumberdaya ikan, di Indonesia cukup melimpah dengan keanekaragaman hayatinya yang besar yakni ada sekitar 5500 jenis ikan. Namun yang sudah dapat menjadi konsumsi masyarakat saat ini, tidak lebih dari 200 spesies. Untuk itu perlu diversifikasi pangan dari konteks sumberdaya ikan, sehingga permintaan tidak hanya terpaku pada 1-2 komoditas/spesies saja.


Sebagai contoh, lanjutnya, berdasarkan riset Prof Sugeng Heri Suseno dari FPIK-IPB, kualitas Omega 3 dari ikan kembung untuk minyak/kapsul ikan, jauh lebih baik dari ikan Salmon. Padahal ikan Salmon harus diimpor, apabila mau memproduksi minyak/kapsul ikan dari Salmon.


“Kualitas pangan yang baik dalam hal ini disediakan oleh sektor perikanan. Sehingga kami di sini juga ada andil dan ikut berperan. FPIK-IPB memiliki kewajiban moral untuk terus mengembangkan sains dan teknologi dalam hal pemeliharaan ekosistem perairan, sebagai penopang dan penyediaan sumberdaya ikan yang terus menerus,”ungkapnya.


Selain itu juga, lanjutnya, melakukan peningkatan nilai tambah bagi komoditas perikanan dan menjadikan perikanan sebagai lokomotif kesejahteraan bangsa.



sumber: https://bogor.pojoksatu.id