Apresiasi kepada para inovator kembali disampaikan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan memberikan royalti atas pemanfaatan inovasi IPB secara komersial oleh PT Bogor Life Science and Technology (BLST) yaitu Padi IPB 3S dan Pepaya Calina. Acara penyerahan royalti yang dikoordinasikan oleh Direktorat Inovasi dan Kekayaan Intelektual (DIK) IPB ini dilaksanakan di Kampus IPB Darmaga, Bogor (24/5). 


Dalam sambutannya Wakil Rektor bidang Inovasi, Bisnis dan Kewirausahaan, Prof. Dr. Erika Budiarti Laconi menyampaikan pentingnya memberikan penghargaan kepada para inovator sebagai penyemangat untuk terus berinovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. 


“Jangan hanya dilihat nilai besar atau kecilnya (penghargaan yang diberikan), karena ini merupakan salah satu bentuk penghargaan kepada inovator dan IPB akan terus berupaya mengejar royalti dari inovasi-inovasi lainnya yang telah diimplementasikan secara komersial,” ujar Prof. Erika.


Pada kesempatan tersebut, Dr. Syarifah Iis Aisyah selaku Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual IPB memaparkan secara ringkas capaian IPB di bidang inovasi dan ketentuan royalti yang berlaku di IPB. Sesuai ketentuan yang berlaku di IPB, proporsi pembagian royalti adalah 40 persen untuk pihak yang menghasilkan (inovator), 20 persen untuk unit kerja yang menghasilkan dan 40 persen untuk IPB.


“Ketentuan tersebut berdasarkan SK Rektor IPB Nomor 065/2006 Tentang Perubahan SK Nomor 209/2004 Tentang Pedoman Pengelolaan Kekayaan Intelektual di IPB,” ujarnya.


Secara simbolis royalti diserahkan oleh Prof. Erika kepada dua orang perwakilan tim inovator IPB, yaitu Dr. Hajrial Aswidinnoor untuk inovasi Padi IPB 3S dan Dr. Enisar Sangun yang mewakili Prof. Dr. Sriani Sujiprihati (almh) untuk inovasi Pepaya Calina. Padi IPB 3S dan pepaya Calina telah dimanfaatkan secara luas di masyarakat, bahkan beberapa pihak memberikan nama pepaya California untuk pepaya Callina. 


“Dulu almarhumah Prof. Dr. Sriani Sujiprihati punya cita-cita ingin menggantikan produk buah dari Bangkok dan alhamdulillah saat ini tercapai. Sekarang produk-produk buah Bangkok sudah mulai tergantikan. Pepaya Bangkok kalah dari pepaya Callina,” kata Dr. Enisar Sangun yang juga suami Prof Dr Sriani Sujiprihati (almh).


Kami berharap berikutnya akan muncul Durian IPB, Alpukat IPB, dan lain-lain,” sambung Prof. Erika.


Sebagai penutup acara, Prof. Erika berharap berikutnya akan muncul Durian IPB, Alpukat IPB, dan lain-lain. Selain itu Prof. Erika juga menekankan kembali bahwa royalti ini merupakan bentuk penghargaan atas inovasi yang dihasilkan oleh para inovator. Pemberian apresiasi kepada para inovator atas royalti yang diraih, diharapkan dapat memacu semangat inovator lain di lingkungan IPB untuk lebih mengembangkan inovasinya. “Ke depan, IPB tidak hanya fokus pada jumlah inovasi, tetapi pada kualitas,” ujarnya.

 

 

Sumber: ipb.ac.id