Selamat datang di Institut Teknologi Bandung (ITB). Saat ini kita tengah berdiri di depan gerbang utama ITB yang berlokasi di Jalan Ganesha No 10, Bandung. Dari posisi kita berdiri, pemandangan pertama yang kita lihat adalah bangunan kembar yang menjadi ikon ITB. Itulah Aula Barat (Albar) dan Aula Timur (Altim). Kita berada di jalur teduh sisi kiri dari arah kedatangan kita dan berjalan lurus memasuki ITB.


Setelah berjalan kurang lebih 150 m dari pos security, kini kita dihadapkan pada Gedung kembar yang didominasi kaca. Itulah Campus Center (CC) Barat dan Timur. Dari titik ini kita akan menaiki tangga dan menyeberangi jalan 2 sehingga sampailah kita di titik Gaung 1. Pemandangan di lokasi ini adalah dua pohon besar di sisi kanan dan kiri, serta bangku taman yang berada di Bawah Pohon Rindang (DPR).




Masih berjalan lurus, kita akan melewati kolam partitur lagu Indonesia Raya. Di sisi kanan dan kiri kita terdapat dua pasang laboratorium teknik kembar. Yakni labtek V dan VI di sisi kiri, dan labtek VII dan VIII di sisi kanan. Lalu akan ada satu kolam yang menjadi pusat segala kesimetrisan ITB, Indonesia Tenggelam.



Setelah dibuat terpesona dengan peta Indonesia di dasar kolam, kita masih disuguhkan dengan kolam partitur lagu Indonesia Raya di sisi utara Intel, hingga tugu Plaza Widya Nusantara. Di sisi kiri kita terdapat Gedung Oktagon dan TVST serta Comlabs dan Gedung PLN di sisi kanan. Kini kita telah sampai di tangga naik kedua, sebelum kita menyeberangi jalan 5 menuju sudut utara Kampus Gajah.



Kita telah sampai di sisi paling utara dari gerbang utama Kampus ITB Ganesha. Di sisi kiri terdapat laboratorium PAU, dan gedung perpustakaan pusat di sisi kanannya. Di antara keduanya, terdapat tangga turun yang dipenuhi dengan puluhan ruang-ruang berjejer tempat unit kegiatan mahasiswa (UKM) berkembang. Dengan masih berjalan ke utara, kita menjumpai satu tangga turun menuju ke sebuah terowongan.



Ialah tunnel. Sebuah terowongan yang menghubungkan kampus ITB dengan Sasana Olah Raga Ganesha (Saraga) dan Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB. Tunnel telah berdiri sejak tahun 1997 bersamaan dengan pembangunan Saraga dan Sabuga dengan tujuan untuk mempermudah dan mempercepat akses dari ITB. Meski telah berumur 2 dekade, terowongan ini tetap kokoh dan aman walaupun di atasnya merupakan lalu lintas aktif (Jalan Tamansari). Sebelumnya pembangunan terowongan ini tidak ada dalam rencana awal pembangunan. Terowongan ini akhirnya dibangun atas usulan dari rektor ITB yang saat itu sedang menjabat yaitu Prof. Ir. Wiranto Arismunandar, MSME.





Karena berada di dekat UKM yang notabene pusat kegiatan mahasiswa di luar perkuliahan, tunnel semakin berkembang dan dipenuhi fasilitas baru. Pada awal maret 2013 didirikan dua buah kios makanan yang terletak di bibir tunnel. Kita lanjutkan perjalanan di bawah terowongan. Terowongan selebar kurang lebih 5 m ini dilengkapi dengan warung serba ada (Waserda) KKP ITB di sisi kiri dan ATM center di sisi kanannya.





Setelah melewati kedua fasilitas tersebut, kini perjalanan bawah terowongan kita telah usai. Kini kita disambut dengan beberapa warung yang menyediakan aneka makanan dan minuman. Deretan warung tersebut siap memanjakan lidah sebelum kita lanjutkan perjalanan menuju Saraga.