Universitas Trisakti memilih meliburkan mahasiswanya pada tanggal 22 Mei 2019. Pada tanggal tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dijadwalkan akan mengumumkan hasil penghitungan suara Pemilihan Umum 2019. Pelaksana tugas (Plt.) Rektor Universitas Trisakti, Ali Ghufron Mukti membenarkan bahwa besok, Rabu, 22 Mei 2019 dinyatakan sebagai hari libur fakultatif di kampusnya. Keputusan meliburkan kegiatan akademik di Kampus reformasi ini dilakukan atas dasar pertimbangan faktor keamanan sivitas akademika dari potensi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di tanggal tersebut.
 
"Belajar dari pengalaman, dulu pernah ada korban dari kampus kami saat reformasi. Berbasis pada pengalaman tersebut, dan dari informasi media maupun media sosial, akhirnya kami liburkan. Kami tidak mau lagi ada korban," tegas Ghufron yang juga Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti (SDID), Kemenristekdikti, di Jakarta, Senin, 20 Mei 2019. 

Dalam kesempatan yang sama, Ghufron mengimbau agar mahasiswa tidak terlibat dalam aksi politik praktis, "Sebaiknya mahasiswa tidak turun ke jalan, tidak terlibat politik praktis," serunya.
 
Keputusan libur tersebut tertuang dalam surat pengumuman bernomor 237/AU.00.04/USAKTI/R/V/2019 yang ditandatangani Wakil Rektor I, Asri Nugrahanti. Dalam poin tiga di surat tersebut disampaikan, bahwa selama libur yang telah ditetapkan, penjagaan dan keamanan sarana dan prasarana Kampus "A" (barat), Kampus B (timur), dan Kampus F supaya dilaksanakan secara cermat dan penuh kewaspadaan oleh UPT, Otoritas Kampus. dan segenap jajaran di bawah koordinasi Wakil Rektor II dan Direktur Lembaga Manajemen Kampus.
 
"Sehingga dapat dicegah hal-hal yang tidak diinginkan yang merugikan Universitas Trisakti maupun hal-hal yang mengganggu keamanan dan ketertiban kampus," ujar Asri dalam surat pengumuman tersebut.


Sumber: www.medcom.id