Universitas Padjadjaran membuka pendaftaran Sarjana Terapan (D4) tahun akademik 2019/2020. Pada tahun ini, program vokasi Sarjana Terapan Unpad membuka 8 program studi baru yang di antaranya merupakan transdisiplin dari berbagai keilmuan yang ada di Unpad.

Pelaksana Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE., menjelaskan, penyelenggaraan program vokasi Sarjana Terapan dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang aplikatif di sektor industri.

 

“Kita (Unpad) merespons permintaan daripada dunia usaha, industri, dan pemerintahan akan kebutuhan sarjana terapan, sehingga mereka bisa langsung bekerja di bidang yang sesuai dengan kompetensi dan kualifikasi,” ujar Prof. Rina saat menggelar jumpa pers di ruang Executive Lounge Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Kamis (27/6).

 

Delapan prodi baru yang dibuka tahun ini melengkapi enam prodi vokasi yang lebih dahulu diselenggarakan. Prof. Rina mengungkapkan, program studi ini dibuka untuk merespons kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten di era Revolusi Industri 4.0. Selain itu, prodi ini dibuka untuk merespons beragam potensi yang dimiliki nasional, khususnya di Jawa Barat. Diharapkan, adanya program studi ini dapat melahirkan sumber daya manusia yang mampu mengembangkan potensi tersebut.

 

Adapun 8 prodi baru Sarjana Terapan yang dibuka tahun ini adalah Akuntansi Sektor Publik, Bisnis Internasional, dan Pemasaran Digital pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Teknologi Industri Kimia pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Bisnis Logistik dan Kearsipan Digital pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Pariwisata Bahari pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, serta Agroteknopreuneur. Khusus untuk prodi Agroteknopreuneur, penyelenggaraan prodi ini merupakan integrasi transdisiplin dari berbagai fakultas, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, Fakultas Teknologi Industri Pertanian, dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

 

Sementara 6 prodi Sarjana Terapan yang sudah berjalan dan kembali dibuka pada tahun ini antara lain: Akuntansi Perpajakan (FEB), Administrasi Pemerintahan (FISIP), Administrasi Publik (FISIP), Bahasa dan Budaya Tiongkok (FIB), Manajemen Produksi Media (Fikom), serta Kebidanan (FK).

 

Integrasi dengan Praktisi

 

Prof. Rina menjelaskan, agar keunggulan dan mutu prodi vokasi ini tetap terjaga, semua prodi akan berbasis kerja sama. Kerja sama dilakukan dengan sejumlah badan usaha, industri, maupun sektor pemerintahan terkait.

 

“Kerja sama pertama adalah perumusan capaian pembelajaran/kurikulum. Karena lulusan vokasi didorong untuk langsung bekerja, maka disasar dunia kerjanya perlu apa, kurikulum yang akan ditempuhnya bagaimana,” paparnya.

Kerja sama kedua yaitu penempatan praktik kerja. Program vokasi Unpad menekankan keseimbangan porsi antara teori dan praktik. Hal inilah yang membedakan dengan prodi Sarjana reguler.

 

“Ciri khas vokasi adalah praktiknya sama banyak, (bahkan) akan bisa lebih besar. Praktik itu untuk mengasah keterampilan,” imbuhnya.

 

Karena itu, tenaga pengajar pada prodi Sarjana Terapan tidak hanya berlatar belakang akademisi saja. Sejumlah praktisi dari dunia usaha, industri, dan pemerintahan juga akan diikutsertakan menjadi tenaga pengajar atau instruktur.

 

“Prodi vokasi memang membutuhkan dosen atau instruktur yang punya pengalaman praktik,” kata Prof. Rina.

 

Sebelum menggelar jumpa pers, Prof. Rina Indiastuti didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Dr. Arry Bainus melakukan penyerahan izin prodi Sarjana Terapan kepada para dekan fakultas terkait. Serah terima dilakukan di ruang Executive Lounge Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Kamis (27/6).

 

Masa Pendaftaran

 

Pendaftaran program Sarjana Terapan akan dibuka pada 1 Juli 2019 pukul 13.00 WIB hingga 13 Juli 2019 pukul 23.59 WIB. Peserta bisa mengakses informasi pendaftaran pada laman http://smup.unpad.ac.id/. Program Sarjana Terapan Unpad dapat diikuti oleh lulusan SMA/MA/SMK mulai dari tahun 2016, 2017, 2018, dan 2019. Hal ini dibuktikan dengan bukti ijazah yang dilampirkan saat pendaftaran. Bagi lulusan tahun 2019, ijazah dapat diganti dengan Surat Keterangan Lulus (SKL) atau ijazah sementara.

 

Seleksi program Sarjana Terapan menggunakan metode yang sama dengan seleksi jalur mandiri Sarjana Reguler, yaitu Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dengan menggunakan sistem Android atau Mobile Assisted Testing (MAT). Tes ini terbagi menjadi dua ujian,  yakni Tes Kompetensi Akademik (TPA)  dan Tes Kompetensi Skolastik (TPS). Tes Potensi Akademik akan mengujikan mata pelajaran yang sesuai dengan kelompok ujian yang dipilih,  seperti matematika saintek, fisika, biologi, dan kimia untuk kelompok saintek, serta matematika soshum,  geografi,  sejarah, sosiologi,  dan ekonomi untuk kelompok soshum. Sementara TPS akan menguji kemampuan pengetahuan, pemahaman, dan penalaran umum, kuantitatif, serta kemampuan untuk memahami bacaan menulis.

 

Setelah dinyatakan lulus seleksi tahap pertama,  peserta harus mengikuti seleksi tahap kedua berupa tes TOEFL dan wawancara dengan model wawancara mini (MMI). Selain itu, ada pula tes khusus yang dilakukan oleh fakultas tertentu,  yaitu tes Minessota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) untuk prodi Kebidanan,  serta tes kemampuan renang untuk prodi Pariwisata Bahari.

 

Biaya pendaftaran untuk Jalur Mandiri adalah sebesar Rp500.000, dan Rp600.000 untuk program studi yang memerlukan tes khusus. Sementara itu, bagi peserta yang berasal dari keluarga tidak mampu wajib memiliki salah satu dari Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Program Keluarga Harapan (KPKH), Kartu Jakarta Pintar (KJP), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Pengumuman tahap satu dari seleksi program Sarjana Terapan akan diumumkan pada 25 Juli 2019. Sedangkan pengumuman tahap dua (akhir) akan dibuka pada 6 Agustus 2019.

 

 

Sumber: unpad.ac.id