BANDUNG, itb.ac.id -- Keluarga besar Institut Teknologi Bandung berkabung atas wafatnya Guru Besar pada Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM), Prof. Purwanto Mardisewojo pada Senin, 15 April 2019 sekitar pukul 13.15 WIB di Bandung.


Almarhum disemayamkan dan dilepas di Aula Barat ITB, Jalan Ganesha no 10 Bandung, sebagai bentuk penghormatan terakhir dan penghargaan atas jasa, dharma bakti, serta pengabdian almarhum kepada ITB, negara, dan bangsa semasa hidupnya. Prosesi pelepasan jenazah alm. Prof. Purwanto berlangsung secara khidmad pada hari Selasa (16/4/2019). Almarhum kemudian dimakamkan di kompleks pemakaman Cibarunai. 

Lahir di Boyolali, 18 Juli 1939 silam, Prof. Purwanto menjadi mahasiswa ITB pada 1964 usai lulus SMA di Solo. Beliau menempuh magister (S2) di University of Texas, USA pada 1969 dan meraih gelar doktor (S3) di  University of Tusla, USA pada tahun 1973.

Prof. Purwanto mengawali karirnya sebagai dosen di ITB dengan menjadi asisten ahli (CPNS) pada 1 Maret 1964, dan diangkat menjadi PNS pada 1 Oktober 1974. Ia dikukuhkan sebagai Guru Besar pada FTTM-ITB tanggal 1 April 2002 dan kemudian pensiun 1 Agustus 2004. 

Selama di ITB, Prof. Purwanto pernah menjabat sebagai Ketua Departemen Teknik Perminyakan ITB dua periode tahun 1977 - 1988, dan Pembantu Dekan I FTM ITB juga dua periode dari 1985 hingga 1991.

Semasa hidup, almarhum tercatat menorehkan beberapa penghargaan baik dari dalam negeri maupun luar negeri, seperti ??Ó Honorary Society dari University of Texas (1968), Who’s Who in The World dari The Marquis Who’s Who Publication Board, USA (1981). 

Almarhum juga mendapat penghargaan Lencana Pengabdian 25 Tahun ITB (1989), Lencana Pengabdian 30 Tahun dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, RI (1994), dan penghargaan dari IATMI dalam Pengabdian Sosial Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (2001).

Mewakili pihak keluarga, Ir. Djoko Darmanto mengucapkan terima kasih kepada segenap keluarga besar civitas akademika ITB atas bantuan moril maupun materil kepada almarhum. Tak lupa, ia juga mengucapkan permohonan maaf apabila semasa hidup ada hal-hal yang kurang berkenan. "Semoga dengan doa tersebut kami harapkan, almarhum dapat dilapangkan di alam kubur dan diterima di tempat terbaik di sisi Allah," ucapnya.

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA dalam pidato pelepasannya menyampaikan, almarhum telah menapaki perjalanan panjang di dalam karirnya. Sejarah mencatat, almarhum adalah sosok yang santun dan penuh hormat kepada siapapun baik senior maupun juniornya. Sejumlah prestasi dan jasa serta bakti telah dipersembahkan kepada masyarakat, bangsa, dan negara, yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu.

Atas nama keluarga besar ITB, Rektor menghaturkan duka cita yang mendalam kepada keluarga besar Bapak Prof. Purwanto Mardisewojo. “Selamat jalan Bapak Prof. Purwanto Mardisewojo, doa kami semua menyertai Bapak, semoga berada dengan tenang di sisi Allah SWT,” tutup Rektor.