Universitas Negeri Jakarta melaksanakan kegiatan Seminar Nasional dalam rangka Dies Natalis UNJ ke-55 di Aula Brigjen Latief Hendraningrat, Gedung Dewi Sartika, Kampus A UNJ pada Senin, 17 Juni 2019. Plt. Rektor UNJ, Prof. Intan Ahmad beserta para pimpinan UNJ hadir dalam acara seminar ini, dan turut dihadiri oleh tamu-tamu kehormatan, diantaranya; Menristek Dikti, Prof.Mohamad Nasir, Ph.D.,Ak., diwakili oleh Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Prof. Ismunandar, Ph.D., Dirjen GTK Kemdikbud RI, Dr. Supriano, M.Ed., Deputi Bidang Pengembangan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Bappenas, Dr. Ir. Subandi, M.Sc., Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro, dan Rektor Binus, Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, M.M.


Tema seminar nasional yang diangkat adalah “Pendidikan Era Revolusi Industri 4.0, Antara Tuntutan, Perubahan, dan Kesiapan”. Selaras dengan tema Dies yaitu Bersinergi Menuju Universitas Bereputasi di Kawasan Asia, karena UNJ harus mampu menyelenggarakan pendidikan yang unggul yang sesuai dengan tuntutan era revolusi industri 4.0. Tujuan seminar ini adalah memberi wawasan tentang bagaimana pendidikan di era revolusi industri 4.0, dan memberi inspirasi bagi civitas UNJ agar mampu secara pro-aktif merespon kebutuhan pendidikan di era revolusi industri 4.0.


Plt. Rektor UNJ, Prof. Intan Ahmad menyampaikan terima kasih kepada Dirjen Belmawa, Prof. Ismunandar, Ph.D., mewakili Menristek Dikti, Prof.Mohamad Nasir, Ph.D.,Ak., yang telah menghadiri seminar ini. Apabila berbicara revolusi industri 4.0, kita bicara soal tantangan kedepan. “Kita mengajarkan sesuatu yang sekarang ada, namun dalam 5 tahun belum tentu ada. Bagaimana kita bisa memberikan pemahaman yang baik, tidak hanya pada mahasiswa, akan tetapi pada mahasiswa yang akan menjadi guru SD, SMP, SMA” jelas Prof. Intan. Dalam kaitannya dengan pendidikan, beliau menambahkan revolusi industri 4.0 dunia pendidikan harus relevan yaitu dengan digital literasi yang sudah diberikan sejak pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Tuntutan, perubahan, dan kesiapan, itulah yang perlu disadari bersama dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Prof. Ismunandar, Ph.D., pada kesempatan ini sebagai keynote speaker menyampaikan ucapan selamat kepada UNJ yang berulang tahun yang ke-55, ini merupakan saat-saat yang tepat bagi UNJ untuk refleksi sebagai patokan keutamaan dan kedudukan agar tetap eksis. Dalam topiknya yang berjudul Penyiapan Pendidik Generasi Milenial Era Industri 4.0, beliau mengatakan “revolusi industri 4.0 ini sama seperti revolusi 1.0 sebelumnya, banyak pekerjaan yang biasa dilakukan manusia sekarang digantikan oleh teknologi. Tidak bisa dipungkiri teknologi memang membuat pekerjaan lebih efisien, dan tidak kenal lelah. Dan diharapkan kita melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih kreatif, lebih menggunakan pemikiran dibandingkan otot”. Untuk menghadapi era revolusi industri 4.0, beliau menambahkan kita harus mempelajari dan menguasai literasi baru, seperti; Literasi Data: Kemampuan untuk membaca, anaslisis, dan menggunakan informasi (big data) di dunia digital; Literasi Teknologi: Memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi (coding artificial intelligence, machine learning, engineering principles, biotech); Literasi Manusia: Humanities,Komunikasi; Desain; dan Pembelajaran sepanjang hayat.


Setelah Dirjen Belmawa, Prof. Ismunandar, Ph.D. menyampaikan topiknya, seminar nasional ini dilanjutkan dengan panel diskusi yang diisi oleh 5 narasumber, diantaranya; Dirjen GTK Kemdikbud RI : Dr. Supriano, M.Ed., dengan topik Peran Kemendikbud dalam Penyiapan Pendidik Generasi Milenial Pada Era Revolusi Industri 4.0; Deputi PMMK Bappenas, Dr. Ir. Subandi, M.Sc., dengan topik Penyiapan Pendidik Generasi Milenial pada Era Revolusi Industri 4.0; Rektor BINUS, Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, M.M., dengan topik Perguruan Tinggi Era Industri 4.0; Dekan FE UNJ, Prof. Dr. Dedi Purwana, E.S.. M.Bus. dengan topik Transformasi Pendidikan Bisnis di Era Revolusi Industri 4.0; dan Ketua AIPI, Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro, dengan topik Kompetensi Pendidik 4.0.

 

Sumber: unj.ac.id