Staf pengajar dan peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) dari Fakultas Pertanian (Faperta), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Fakultas Kehutanan (Fahutan) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) mendapatkan pelatihan mengoperasikan mesin ABI Proflex PCR System dan ABI 3500 Genetic Analyzer yang mutakhir. Pelatihan ini digelar oleh Unit Laboratorium Riset Unggulan di Kampus IPB Dramaga, Bogor (24/3).


Melalui pelatihan ini peserta diharapkan mampu mengembangkan aplikasi DNA Sequencing seperti de novo sequencing, targeted DNA sequencing, deteksi SNPs dan mutasi, next-generation sequencing validation, microbial sequencing, mitochondrial sequencing, gene expression analysis dan methylation analysis.

Menurut Wakil Kepala Unit Laboratorium Riset Unggulan, Dr. Yudi Chadirin, Unit Laboratorium Riset Unggulan merupakan unit baru di lingkungan IPB yang dilengkapi dengan peralatan mutakhir guna memfasilitasi riset-riset yang bersifat advance dan frontier yang dilakukan oleh dosen dan peneliti IPB. 


“Dengan adanya Unit Laboratorium Riset Unggulan, diharapkan angka publikasi ilmiah dosen IPB di jurnal ilmiah internasional bereputasi akan semakin meningkat. Permasalahan lain yang sering dihadapi peneliti IPB adalah kurangnya alat-alat laboratorium sehingga tak jarang sampel penelitian dikirimkan ke laboratorium di luar IPB bahkan ke lembaga di luar negeri.  Selain biaya analisa yang mahal, pengiriman sampel ke luar negeri juga memerlukan dokumen yang rumit dan kompleks. Harapannya keberadaan unit laboratorium riset unggulan ini mampu meningkatkan semangat dosen untuk melakukan penelitian dan riset kolaborasi dengan mitra nasional maupun internasional IPB,” jelasnya.


Selain itu, menurut Dr. Yudi, Unit Laboratorium Riset Unggulan juga sudah melakukan beberapa pelatihan sebelumnya. Yakni pelatihan Aplikasi Flow Cytometer (FCM) dalam Penelitian Estimasi Ukuran Genome dan Ploidi untuk Tanaman dan Hewan pada tanggal 17 Januari 2019. Pesertanya adalah dosen dan laboran dari FMIPA, Faperta, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) dan peneliti dari Pusat Studi Satwa Primata. 


Ada juga pelatihan Pemanfaatan Li-6800 untuk Pengukuran Fotosintesa pada tanggal 10 Januari yang diikuti oleh dosen dan laboran dari Faperta dan Fateta dan pelatihan Thermo Scientific Q Exative Plus Orbitrap LC-MS/MS System pada tanggal 7-13 Februari 2019. 


“Pada pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan untuk memahami prinsip dasar pengoperasian dan pengolahan data dari analisis dengan LC-MS/MS serta memahami pengoperasian hasil dari proteomic. Peserta berasal dari dosen atau mahasiswa yang berasal dari FMIPA, Fahutan dan Pusat Studi Biofarmaka.  Kedua pelatihan ini diselenggarakan bekerja sama dengan perusahaan swasta yakni Enigma, GeneCraft Labs dan ThermoFisher,” imbuhnya. (**/Zul)