BANDUNG. Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (Unpad) mengeluarkan sikap soal dukung-mendukung calon presiden pada Pemilihan Umum 2019. Tak seperti alumni Universitas Indonesia, Ikatan Alumni Unpad memilih tidak mendukung salah satu dari dua pasangan kandidat calon presiden.


Ketua Ikatan Alumni Unpad Hikmat Kurnia mengatakan, secara kelembagaan ikatan alumni tidak terlibat dalam dukung mendukung terkait proses pemilihan presiden. Meski demikian, ia menegaskan, pihaknya sangat menghargai proses politik untuk menentukan pimpinan nasional sebagai bagian dari proses demokrasi. "Artinya, Ikatan Alumni Unpad tetap akan mempertahankan netralitas dalam proses pemilihan presiden," katanya dikutip dari keterangan resmi, Senin, 14 Januari 2019.


Ikatan Alumni Unpad menyampaikan sikap mereka di pilpres karena saat ini tengah terjadi dinamika deklarasi untuk mendukung salah satu pasangan calon presiden. Di internal alumni sendiri, terdiri dari banyak ideologi, paham, dan warna pilihan politik. Sebagai organisasi yang menaungi alumni, pengurus menegaskan hanya akan fokus pada program dan kegiatan pengembangan kealumnian dan menyokong pengembangan Unpad.


Jika ada individu yang merupakan alumni Unpad yang memiliki hasrat politik, kata Hidayat, hal itu dipersilakan saja tetapi dengan catatan. "Tidak membawa atau mengatasnamakan Ikatan Alumni Unpad," ujarnya.


Apabila ada alumni yang mengatasnamakan alumni dalam memberikan dukungannya, Hidayat menambahkan, pengurus pusat akan menuntut sesuai aturan hukum yang berlaku.


Belakangan ini beberapa kelompok alumni, seperti alumni Universitas Indonesia dan Universitas Airlangga telah menyatakan dukungannya kepada calon inkumben Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Beberapa alumni Unpad dari pantauan Tempo juga menanyakan bagaimana sikap ikatan alumninya terkait fenomena itu di media sosial.


sumber: https://pilpres.tempo.co