Mahasiswa Sekolah Vokasi (SV) Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil boyong tiga juara dalam Olimpiade Vokasi Ekonomi dan Bisnis (OVEB) yang digelar Universitas Andalas, (21-23/3). Tim dari Sekolah Vokasi IPB berhasil meraih Juara I Olimpiade Akuntansi, Keuangan dan Perpajakan, Juara II Business Plan Digital Start Up, Juara II Vlog sekaligus Juara Terfavorit.


Tim SV IPB yang berhasil meraih Juara I Olimpiade Akuntansi adalah Muhammad Hafiedz Amrullah, Fany Indriani Permana dan Gustin Fanira, sementara tim yang meraih Juara II Business Plan Digital Startup berasal dari Program Studi Manajemen Informatika yakni Muhammad Rangga Luthanza, Diaz Fadilah dan Thalia Indah Milagrosa Alberto. Adapun peraih Juara II vlog sekaligus juara terfavorit adalah Cindy Nur Oktaviano, Devi Wahyuni, Fakhril Razi dari Program studi Teknologi Produksi dan Pengembangan Masyarakat Pertanian dan Program Studi Komunikasi.


Muhammad Hafiedz Amrullah, mengatakan bahwa timnya harus menyelesaikan kasus akuntansi yang kompleks. “Alhamdulillah kami bisa lolos ke final dan mendapat juara satu dan ke depan kami berencana akan ikuti lomba-lomba serupa,” ujarnya.


Sementara itu,  Muhammad Rangga Luthanza menyampaikan bahwa ketika berkompetisi, Ia dan rekan-rekannya merasa pesaing terberatnya berasal dari Universitas Haluoleo, Universitas  Islam Indonesia dan Universitas Brawijaya. “Terlebih yang Haluoleo mereka sudah membuat web dan aplikasinya secara utuh. Meski demikian kami tidak gentar, Business Plan yang kami kompetisikan berjudul FarmIT. Yaitu aplikasi berbasis android di bidang pertanian, yang ternyata berhasil menjadi juara dua,” ujarnya.


Selain itu ada Cindy Nur Oktaviano, yang merasa bangga karena di ajang OVEB 2019, Ia bisa meraih juara dua sekaligus juara terfavorit. Menurutnya peserta kompetisi berasal dari seluruh Sekolah Vokasi di Indonesia.


“Alhamdulillah saya bisa meraih juara dua dan juara terfavorit. Vlog yang kami sajikan tentang berwisata sambil menjaga lingkungan. Kami menyajikan pemandangan alam saat kami melakukan Malam Keakraban (Makrab) di Curug Ciputri. Dan kami memanfaatkan pemandangan tersebut dan bukan hanya sekedar Makrab atau berwisata tetapi kami juga tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan mengumpulkan sampah-sampah di sana dengan menggunakan trash bag,” ujarnya.(**/Zul)