Pelaksanaan seleksi tahap I Jalur Mandiri Universitas Padjadjaran untuk program Sarjana reguler tahun akademik 2019/2020 akan digelar pada 6 dan 7 Juli mendatang. Seleksi ini akan menggunakan aplikasi Mobile Assisted Testing (MAT) pada perangkat Android milik setiap peserta.

Koordinator SMUP Jalur Mandiri Unpad Dr. Juli Rejito, M.Kom., mengungkapkan, aplikasi MAT yang akan digunakan pada seleksi Jalur Mandiri pengembangannya hampir sama dengan aplikasi MAT yang digunakan pada SBMPTN 2018 silam. Hanya saja, ada beberapa pengembangan lanjutan dari aplikasi tersebut.

Pada tahun ini, terdapat perubahan sistem penggunaan aplikasi MAT, dari sebelumnya menggunakan koneksi nirkabel wifi menjadi menggunakan koneksi mobile data. Ini disebabkan, banyak persiapan yang dilakukan jika pelaksanaan ujian menggunakan koneksi wifi.

“Dengan menggunakan mobile data, secara teknis kita tidak perlu menambah perangkat apa-apa,” ujar Dr. Juli saat ditemui di sela uji coba aplikasi MAT, Jumat (28/6).

Tentunya, kebutuhan akan adanya kuota internet yang mumpuni mutlak dibutuhkan oleh setiap peserta. Karena itu, Unpad telah menggandeng salah satu operator seluler Indonesia, Telkomsel, untuk memfasilitasi penyediaan kuota internet untuk setiap ponsel peserta.

Teknisnya, bagi peserta yang tidak menggunakan kartu SIM Telkomsel akan diberikan kartu perdana yang sudah diisi dengan kuota internet sebesar 4 GB secara cuma-cuma. Sementara bagi yang sudah menggunakan kartu akan dimasukkan kuota internet sebesar 4 GB secara cuma-cuma.

“Unpad dengan Telkomsel sudah memiliki jejaring kerja sama, sehingga implementasinya jauh lebih mudah,” jelas Dr. Juli.

Dr. Juli memastikan, penggunaan aplikasi MAT melalui mobile data tetap aman. Sistem keamanannya tetap sama dengan saat menggunakan jaringan intranet. Ini dimungkinkan karena data pada aplikasi sudah dienkripsi.

Karena itu, jika aplikasi ini masuk ke jalur publik, jika tidak memiliki kunci dekripsi, maka aplikasi tidak bisa dibuka.

Aplikasi juga tidak dimungkinkan untuk dilakukan penangkapan layar (capture) atau direkam melalui aplikasi perekam layar. Dr. Juli menjelaskan, saat peserta sengaja keluar dari aplikasi, dalam hitungan detik perangkat ponsel otomatis kembali ke aplikasi.

Dengan demikian, peserta tidak memiliki kesempatan untuk meng-capture atau merekam layar.

“Secara teknis, kita juga bisa mematikan fungsi tombol pada ponsel, sehingga peserta juga tidak bisa melakukan screenshot dengan memencet tombol pada ponsel,” imbuhnya.

Untuk mengurangi kecurangan lainnya, lanjut Dr. Juli, soal pada setiap sesi ujian akan diacak, sehingga soal pada setiap sesi akan berbeda satu sama lain.

Dosen Departemen Ilmu Komputer FMIPA Unpad ini memaparkan, nantinya hasil ujian diharapkan dapat langsung muncul setelah ujian selesai. Peserta bisa mengetahui hasilnya secara langsung setelah ujian dengan melihatnya di akun pendaftaran masing-masing.

Sesuai jadwal, peserta diharapkan melakukan cetak kartu peserta pada 2 Juli. Selanjutnya, pembagian kartu perdana oleh Telkomsel akan digelar di ruang Unit Layanan Terpadu Gedung Rektorat Jatinangor, 4 Juli mendatang.

Bagi peserta yang sudah memiliki kartu Telkomsel, dapat mendatangi gerai Telkomsel di mana saja untuk mendapatkan kuota internet gratis. Syaratnya dengan membawa kartu identitas dan kartu peserta ujian.

Dr. Juli mengharapkan, peserta dapat memastikan bahwa perangkat untuk ujian sesuai dengan yang ditetapkan Unpad. Spesifikasi yang dibutuhkan adalah ponsel berukuran 4,5 – 6,9 inci atau tablet ukuran minimal 7inci, memiliki sistem operasi minimal Android Kitkat, RAM minimal 2 GB, serta memiliki memori internal bebas minimal 200 MB dan memori eksternal bebas minimal 100 MB.

sumber: http://www.unpad.ac.id/2019/07/seleksi-berbasis-mobile-assisted-testing-unpad-gandeng-telkomsel/