Institut Pertanian Bogor (IPB) lakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT. Great Giant Pineapple. Penandatanganan dilakukan di Executive Lounge Kampus IPB Baranangsiang, Bogor (23/05). MoU ini menyepakati beberapa kerjasama di bidang riset dan komersialisasi inovasi IPB.


Rektor IPB, Dr. Arif Satria menyampaikan beberapa hal terkait pentingnya kerjasama yang telah disepakati tersebut. IPB selaku perguruan tinggi yang menyumbangkan lebih dari 400 inovasi untuk Indonesia, tentu memiliki tantangan agar inovasi-inovasi tersebut bisa bermanfaat untuk masyarakat. 


“Saya rasa, inovasi-inovasi yang sudah ada di IPB bisa dimanfaatkan dengan baik oleh PT. Great Giant Pinneaple untuk terus mengembangkan bisnisnya. Selain itu, kami sudah menginstruksikan setiap fakultas agar memiliki etalase-etalase inovasi agar bisa dilihat oleh publik. Maka dengan kerjasama ini saya harap etalase inovasi IPB bisa lebih meluas lagi,” ungkapnya.


Dr. Arif Satria juga menyampaikan urgensi dari pengembangan Pertanian 4.0 dan bagaimana peran pihak swasta untuk ikut mengembangkannya. Riset-riset tentang Pertanian 4.0 di IPB sudah banyak sekali, namun IPB memiliki tantangan untuk mengaplikasikannya. Maka dari itu, IPB kini memiliki Techno-Science Park yang menjadi tempat bertemunya dunia bisnis dengan dunia akademis agar mampu bersinergi mewujudkan Pertanian 4.0 ini. 


“Saya harap, dengan MoU ini kita bisa melangkah bukan saja di varietas seperti nanas, pisang, dan apel saja, namun bisa lebih banyak varietas-varietas buah lainnya,” imbuhnya.


Sementara itu, Welly Soegiono selaku Direktur dari PT. Great Giant Pineapple juga menyampaikan bagaimana performa perusahaannya di pasar ekspor buah internasional. PT. Great Giant Pineapple merupakan perusahaan eksportir buah kaleng dan buah fresh. Pada tahun 2018 mereka mengekspor 13.000 kontainer buah ke kawasan Asia, Timur Tengah, hingga Eropa. 


“Tahun 2019 ini, kami mentargetkan mulai menambah ekspor buah segar, karena di masa depan, permintaan buah segar akan lebih baik ketimbang buah kaleng. Maka dari itu, kami berharap bisa menggunakan inovasi-inovasi yang ada di IPB agar bisa meningkatkan performa ekspor buah segar kami,” ungkap pengusaha yang merupakan alumni angkatan 17 IPB tersebut.


Welly Soegiono juga menjelaskan bagaimana PT Great Giant Pineapple ikut andil dalam mensejahterakan petani lokal. PT Great Giant Pineapple kini tidak lagi menggunakan sistem Corporate Social Responsibility. Mereka menggunakan sistem Creating Share Value, yang membantu petani buah untuk meningkatkan standard produksinya dari segi kualitas dan kuantitas agar bisa dibeli dengan harga lebih tinggi untuk ekspor. 


“Maka dari itu, kami bisa mencegah kejadian kala datang panen raya harga turun. Saat panen raya harga tetap baik karena untuk produk yang dihasilkan kualitasnya layak ekspor. Kami rasa, dengan terjalinnya kerjasama dengan pihak IPB, kita semua bisa sharing value lebih banyak lagi, baik untuk perusahaan, petani lokal, dan untuk IPB tentunya,” ujarnya.

 

 

Sumber: ipb.ac.id