BANDUNG, itb.ac.id -- Penggunaan chatbot dalam dunia bisnis sudah cukup marak baik di dalam maupun di luar negeri, namun tak dapat dipungkiri bahwa biaya yang dibutuhkan tidaklah murah, dan aktivasi sistemnya tidak mudah. Melihat peluang ini, dua mahasiswa ITB yaitu Terry Djony Syukur (Teknik Fisika, 2016) dan Muhammad Fathiyakan Ramadhan (Kewirausahaan, 2017) berinisiasi untuk mengembangkan Chatbiz.id, aplikasi aktivasi chat robot sebagai solusi bagi UMKM di Indonesia melalui aplikasi line.



Dengan visi "Menjadi platform chatbot atau biasa disebut admin otomatis terbesar di UKM Indonesia", mereka berharap dapat menyediakan platform yang memudahkan UKM membuat chatbot customer service (admin otomatis) dalam lima menit saja.


Hadirnya chatbot ini dapat membantu sekaligus menyediakan fasilitas chatbot dengan admin otomatis yang memudahkan UMKM dalam mempromosikan katalog produknya sekaligus membalas pesan (chat) dari pelanggan. Hanya dengan memasukkan beberapa data berupa gambar, deskripsi barang, juga harga, UMKM sudah dapat menyaksikan produknya dengan sistem chatbot.


UMKM juga dapat meminimalkan biaya operasional admin pegawai hingga 80%. Dibandingkan menambah pegawai admin yang bisa memakan 2-4 juta/bulannya, chatbot sendiri jauh lebih terjangkau dan bisa melayani semua orang secara instan. Hingga saat ini, Chatbiz sedang menangani 3 UMKM yang bergerak di bidang konveksi dan voucher games.


Startup yang berdiri sejak pertengahan 2018 ini, meskipun tergolong muda, tapi telah berhasil meraih setidaknya tiga prestasi dan capaian membanggakan. Mulai dari bergabung dengan program TOP dan PTC LPiK ITB, menjadi salah satu tenant inkubasi di Greaterhub, hingga puncaknya ialah ketika mereka berhasil menjadi salah satu tenant yang memamerkan produknya di TechIn Asia Startup Factory 2018 pada Oktober lalu.  Uniknya, menurut Fathiyakan selaku co-founder merasa bahwa ia danTerry sebagai founder merupakan tenant dengan usia startup, sekaligus member group termuda dalam gelaran Startup bergengsi tersebut. 


Dari TechIn Asia juga, mereka berhasil menarik perhatian seorang angel investor. Chatbiz mendapatkan investasi Pre-Seed atau dalam istilah start up, investasi pre-seed ini dapat bernilai hingga sembilan digit atau ratusan juta rupiah. Dari angel investor yang sama, mereka mendapatkan kantor di Cidadap, Lembang, Kota Bandung. 


"Semoga Chatbiz bisa membantu UKM-UKM dan perusahaan yang saat ini sedang mengarah ke industri 4.0," ucap Terry Djony Syukur, CEO Chatbiz.id.


Reporter: Moch. Akbar Selamat (Manajemen 2020)