DEPOK. Anggota Komisi IX DPR, Nurmansyah Tanjung meminta seluruh pihak terkait introspeksi terkait hasil survei Universitas Indonesia (UI) soal iklan rokok. Nurmansyah mengatakan, apa yang dipaparkan para peneliti UI harus disikapi positif.

"Saya kira bagus (penelitiannya). Jadi bahan masukan, baik untuk pemerintah pusat maupun daerah," ujar Nurmansyah kepada JawaPos.com, Kamis (29/11).

Nurmansyah mengatakan, kebijakan menyangkut seputar aturan iklan rokok di Tanah Air memang cukup kompleks dan dilematis. Seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) harus duduk bersama, untuk merumuskan formulasi regulasi yang tepat.

"Supaya nanti ada win-win solution. Kita tahu industri rokok nasional menyerap pekerja yang cukup besar. Sekalipun memang di satu sisi, ada kekhawatiran masalah kesehatan dengan tingginya jumlah perokok," beber Politkus PDI Perjuangan tersebut.

Nurmansyah melihat sejauh ini pemerintah sudah cukup bagus dalam meminimalisir iklan rokok. Misalnya saja dari sisi kemasan.

"Kan sekarang sudah 40 sampai 60 persen, dicantumkan gambar beserta informasi bahaya rokok. Space-nya besar. Di minimarket-minimarket juga sudah gak vulgar lagi (jual rokok)," beber dia.

"Tinggal mungkin ke depan perlu ada penguatan regulasi (soal iklan rokok)," pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah peneliti UI mengkritik longgarnya pemerintah Indonesia terhadap industri rokok. Terutama soal iklan rokok yang cukup masif.

Mereka menilai Indonesia menjadi negara terburuk di Asia Tenggara untuk urusan 'kemudahan' promosi rokok.


sumber: https://www.jawapos.com