BOGOR. Sebanyak tiga dosen muda Institut Pertanian Bogor (IPB) didaulat sebagai jajaran pimpinan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) masa jabatan 2018-2020 pada Sidang Paripurna yang digelar di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Rabu (14/11). Ketiga dosen tersebut berasal dari fakultas yang berbeda.


Alan Frendy Koropitan, dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB didaulat menjadi Ketua ALMI. Berry Juliandi, dari Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB didaulat sebagai Sekretaris Jenderal ALMI. Husin Alatas, dari Departemen Fisika FMIPA IPB didaulat sebagai Wakil Ketua atau Koodinator Kelompok Kerja Sains Garda Depan ALMI.


ALMI merupakan badan otonom di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) yang menjadi wadah bagi ilmuwan muda terkemuka Indonesia. Sesuai dengan sebutannya, ALMI hanya beranggotakan ilmuwan muda yang memiliki keunggulan publikasi ilmiah, paten, atau penghargaan ilmiah setelah menyelesaikan pendidikan doktoral. Peran ilmuwan muda dalam mencerdaskan kehidupan bangsa khususnya di bidang ilmu pengetahuan dapat disokong dengan kehadiran ALMI. Serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh ALMI bertujuan meningkatkan daya saing bangsa.


Sebelum didaulat sebagai Ketua ALMI, Alan Frendy Koropitan, terlebih dahulu terpilih sebagai President-elect pada Rapat Paripurna ALMI tahun 2017 silam. “Tahun depan, kami akan memilih President-elect. Pemilihan anggota didasari oleh nominasi, baik oleh anggota AIPI atau ALMI ataupun institusi yang ada,” tutur Alan.


Salah satu riset unggulan Alan adalah model numerik tentang perencanaan pembangunan di daratan yang dapat terintegrasi dengan ekosistem laut. Alan mengatakan, bahwa aliran bahan yang mengandung karbon, nitrogen, dan fosfor dari daratan yang bersumber dari kegiatan industri, pertanian, dan pemukiman akan masuk ke perairan dan bermuara ke laut. Pertukaran bujet yang masuk dan keluar dari darat ke perairan hingga ke atmosfer dikaji dalam riset ini.


“Hasil riset menunjukkan kelebihan dan kekurangan bujet tersebut erat kaitannya dengan keseimbangan ekosistem, perikanan, dan perubahan iklim. Model ini dapat dijadikan acuan dalam pembuatan kebijakan dalam perencanaan pembangunan yang berkelanjutan,” jelas dia.


Setelah didaulat menjadi Ketua ALMI, Alan telah membuat perencanaan program kerja yang berfokus pada biodiversitas di Kepulauan Indonesia atau Science for Indonesian Biodiversity. Kolaborasi dari berbagai disiplin ilmu akan mendorong kegiatan Kelompok Kerja Sains Garda Depan ALMI yang dikoordinatori oleh Husin Alatas dalam mengembangkan riset-riset terkait biodiversitas atau keanekaragaman hayati.


Selain itu, literasi sains dan komunikasi masyarakat terkait biodiversitas akan dibangkitkan kembali.


Penggalangan keterlibatan kementerian atau lembaga terkait dengan ALMI akan ditingkatkan untuk terobosan pembuatan kebijakan yang tepat. Aspek biodiversitas akan disisipkan dalam bidang pendidikan. Program Scienties Goes to School akan melibatkan peran sekolah dalam mengedukasi siswa tentang Science for Indonesian Biodiversity.


Sementara Berry Juliandi, mengatakan, sebagai Sekjen ALMI akan melakukan serangkaian langkah strategis untuk pengembangan organisasi ALMI dengan melibatkan para stakeholder internal dan eksternal seperti para ilmuwan khususnya ilmuwan muda Indonesia, universitas dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK), Kementerian dan lembaga negara, serta para mitra dari luar negeri.


"ALMI perlu meningkatkan perannya dalam menjawab berbagai persoalan bangsa menggunakan pertanyaan saintifik yang telah menjadi prioritas pada agenda sains 2045 yang telah dibuat bersama dengan jaringan ilmuwan seluruh Indonesia," ucapnya.



sumber: https://www.indopos.co.id