BANDUNG. Tim peneliti dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB membudidayakan maggot agar jadi solusi menangani limbah organik. Biasanya, limbah organik jika didiamkam terlalu lama akan menghasilkan bau yang tidak sedap.

Maggot merupakan belatung dari black soldier flys hermetia illucens yang termasuk keluarga lalat. Ukurannya lebih besar dari lalat pada umumnya. Hermetua illucens ini tidak menularkan bakteri, penyakit, bahkan kuman kepada manusia.

Maggot menghasilkan larva, nantinya menjadi belatung atau maggot. Belatung ini hanya mengkonsumsi sampah organik. Limbah organik yang bau, akan dimakan maggot. Tidak seluruhnya limbah organik ia makan, akan ada sisa limbah tersebut, bersama dengan kotorannya. Limbah itu sudah dapat menjadi pupuk premium untuk tanaman tapi tidak berbau.

Tim peneliti dari ITB yang membudidayakan maggot terdiri dari Dr Agus Dana Permana, Dr Robert Manurung, Dr Yusuf Abduh, dan Dr Ramadhani Eka Putra.

Ramadhani Eka Putra mengatakan 60 hingga 70 persen sampah kota merupakan limbah organik. "Itu kan dibuang ke TPS dan TPA problemnya dia menghasilkan cairan yang itu yang beraroma," ujarnya saat ditemui Tribun Jabar di Labtek XI Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB, Kamis (8/11/2018).
Menurutnya, maggot bisa dijadikan sebagai makanan ternak. Ia menuturkan ide membudidayakan maggot muncul ketika ia pulang dari sekolah di Jepang.

sumber: http://www.jabar.tribunnews.com