YOGYAKARTA. Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Fakultas Teknik (FT) terus mendorong karya nyata civitas akademia dalam mewujudkan mewujudkan impian Indonesia mandiri dalam bidang teknologi. Terlebih saat ini, Indonesia tengah menghadapi perubahan sangat cepat dalam bidang teknologi dan informasi menyambut era industri 4.0.


Dalam perubahan pesat tersebut, FT-UGM terpanggil untuk merespon dengan sigap dan tepat.  Hal inilah yang mengemuka dalam pertemuan FT-UGM dan media (27/11/2018) disela-sela acara "Pameran Teknologi Produk Inovasi 4.0 Fakultas Teknik" yang diadakan pada tanggal 27-28 November 2018, di FT-UGM, Yogyakarta. 


Teknologi menyentuh masyarakat "Strategi 'hilirisasi' menjadi sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari, oleh karena itu UGM terus mendorong penelitian-penelitian dalam memanfaatkan teknologi dengan membangun kemitraan dengan dunia industri," ujar Sugeng Sapto Surjono Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama.  Kepada Kompas.com Sugeng menambahkan penelitian tersebut tidak hanya berusaha menghilirkan beragam inovasi hingga ke desain produk namun juga bagaimana inovasi tersebut mampu menjawab berbagai persolan yang ada di tengah masyarakat. "Pendidikan tinggi harus turun dari 'menara gading' dunia akademis dan harus tanggap menjawab berbagai soal yang ada di tengah masyarakat," tegas Sugeng.


Pesan inilah yang ingin disampaikan dalam ragam hasil penelitian dan inovasi dalam "Pameran Teknologi Produk Inovasi 4.0 FT-UGM". Sugeng menjelaskan ada beragam hasil inovasi dosen dan mahasiswa yang secara langsung berupaya menjawab persoalan yang tengah dihadapi masyarakat melalui teknologi mulai dari Becak Listrik, 3D Printing, Motor Penggerak Kendaraan Listrik, GAMA-EWS Alat Pendeteksi Dini Bencana, INSGREEB Alat Pemantau 'Green Building', Konversi Biomassa menjadi Sumber Energi, higga Chemecar kendaraan Inovatif Berbasis Reaksi Kimia-Fisika. 


Tantangan generasi milenial 


Hal senada disampaikan Eka Firmansyah Dosen FT-UGM, "Salah satu kunci dalam era industri 4.0 adalah konektifitas. Oleh karena itu, UGM terus mendorong mahasiswa untuk memiliki konektifitas tidak hanya dalam lingkup akademisi namun juga memiliki sensitifitas terhadap kebutuhan masyarakat." Salah satu tantangannya adalah melakukan adaptasi dalam kegiatan pembelajaran di UGM menghadapi generasi milenial yang memiliki karakteritik khusus. "FT UGM juga secara serius mengembangkan pendidikan dan pembelajaran untuk generasi milenial agar memiliki kompetensi yang relevan dan unggul untuk menghadapi tantangan saat ini dan masa depan," tegas Eka. Upaya tersebut antara lain dilakukan dengan melakukan integrasi penggunaan teknologi dalam kegiatan pembelajaran di UGM. Tidak hanya sisi teknis, unsur 'soft skill' juga menjadi salah satu perhatian utama dalam membentuk generasi milenial lewat menantang mereka melalui beragam proyek penelitian maupun mengikuti lomba di tingkat nasional hingga internasional. "Tidak hanya hard-skill dan soft-skill pendidikan karakter juga menjadi perhatian khusus kami sehingga kami mengharapkan agar dapat menghasilkan lulusan yang kompeten, professional dan juga humanis," tambahnya. 


Optimisme Indonesia mandiri teknologi


Optimisme kemampuan Indonesia mampu mandiri dalam penguasaan teknologi tidak hanya menjadi impian para dosen dan peneliti UGM saja namun juga menular menjadi semangat para mahasiswa. "Kami optimis Indonesia akan mampu menjadi negara mandiri dalam teknologi. Sebagai bagian dari tim pengembangan mobil listrik 'Arjuna' UGM, kami telah membuktikan bagaimana Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara lain diajang Internasional," ujar Aris Darmawan antusias. Optimisme senada disampaikan Muhammad Kamal dari tim "Bima Sakti" yang juga merupakan inovasi mobil  listrik UGM. "Kumpulan riset mobil listrik UGM yang terus dikembangkan sejak tahun 2010 dapat menjadi modal pengembangan mobil listrik Indonesia di masa depan," ungkap Kamal. Denny dari mahasiswa Komunitas Robot UGM juga menyampaikan kesiapan Indonesia dalam menghadapi era Industri 4.0. "UGM telah melakukan banyak penelitian dan riset terkait bidang robotika. Seperti kita ketahui robotisasi akan menjadi salah satu pendukung dan akan banyak digunakan memasuki era 4.0. Jadi kami sangat optimis Indonesia akan siap dan mampu menjadi negara berdaulat teknologi," tutup Denny mantap.


sumber: https://edukasi.kompas.com