Universitas Hasanuddin saat ini masih menjadi kampus terbaik di kawasan timur Indonesia. Hasil klasterisasi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) tahun 2018, Unhas berada di peringkat 8 perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Berdirinya Unhas berawal dari pembukaan Fakultas Ekonomi cabang Universitas Indonesia pada Oktober 1948, berdasarkan keputusan Letnan Jenderal Gubernur Pemerintah Hindia Belanda Nomor 127 tanggal 23 Juli 1947. 


Unhas kemudian diresmikan menjadi universitas oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta pada 10 September 1956, di kampus Unhas Baraya, Jalan Kandea, Makassar. Bapak Koperasi Indonesia yang akrab disapa Bung Hatta ini menyampaikan kuliah umum perdana di hadapan 862 mahasiswa dan 80 dosen di kampus Unhas Baraya. Nama Hasanuddin diambil dari nama pahlawan nasional Makassar yang juga Raja Gowa, yakni Sultan Hasanuddin. Nama Hasanuddin berdasarkan keinginan Presiden Sukarno, dalam pidatonya di Gubernuran Sulawesi Selatan tahun 1954.


1. Awal berdiri Unhas hanya memiliki 4 fakultas


Saat pertama didirikan, Unhas hanya memiliki 4 fakultas: Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di Tondano. FKIP Tondano sendiri merupakan cikal bakal berdirinya Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Manado, yang terakhir berubah menjadi Universitas Negeri Manado.

 

Jumlah fakultas di Unhas kemudian bertambah di masa kepemimpinan Rektor Prof Arnold Mononutu tahun 1960, yaitu Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Fakultas Pertanian, Fakultas Ilmu Pasti dan Pengetahuan Alam, Fakultas Sastra, dan Fakultas Peternakan. 


Di bawah kepemimpinan Rektor ke-12 Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, saat ini, jumlah fakultas di Unhas sudah menjadi 15, dengan beberapa tambahan fakultas baru, yaitu: Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kelautan Perikanan, Fakultas Farmasi, Fakultas Kehutanan, dan Fakultas Psikologi.


Unhas juga memiliki Rumah Sakit Pendidikan yang terletak di kampus Unhas Tamalanrea dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) di kampus Unhas Baraya. Unhas saat ini memiliki 3 kampus: kampus Baraya, kampus Tamalanrea dan kampus Fakultas Teknik di Gowa. 


2. Alumni Unhas banyak yang menjadi tokoh nasional

Alumni Unhas banyak yang menjadi tokoh nasional. Beberapa nama yang masyhur, seperti Wapres RI Jusuf Kalla mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad; mantan Menko Kesra era Presiden Abdurrahman Wahid, Prof Basri Hasanuddin yang sebelumnya menjabat Rektor Unhas ke-9; Mantan Ketua Mahkamah Agung Harifin Tumpa; Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu RI yang juga mantan Ketua Badan Pengawas Pemilu RI Prof Muhammad Alhamid; mantan Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin; mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelfah; dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Wapres Jusuf Kalla menjabat Ketua Umum Ikatan Alumni Unhas bersama beberapa tokoh lainnya sebagai Ketua Harian I Asmawi Syam, yang pernah menjabat Direktur Utama BRI dan Ketua Harian II Prof Dr Idrus Paturusi, yang sebelum menjabat Rektor Unhas selama dua periode. 

3. Unhas ajak tokoh luar kampus jadi Majelis Amanat Unhas

Unhas yang kini berstatus Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) sejak 1 Januari 2017, dapat mengelola lembaga, aset dan anggarannya secara otonom. Dengan status PTN-BH ini, Unhas bisa mengajak tokoh luar kampus sebagai perwakilan masyarakat umum menjadi Ketua dan Anggota Wali Amanat Unhas. 


Baru-baru ini, Rektor dan Ketua Ikatan Alumni Unhas memilih Menpan RB Syafruddin sebagai Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) periode 2019-2023, dengan dua anggota dari luar kampus lainnya pengusaha Chairul Tanjung dan Sofyan Wanandi. Jumlah anggota MWA terdiri dari 19 orang, perwakilan masyarakat 3 orang perwakilan dosen 8 orang, perwakilan tenaga pendidikan 2 orang, dan ex-officio 6 orang. 


“Dengan perwakilan tiga tokoh masyarakat menjadi Wali Amanat, Unhas sangat siap membuka diri, bahkan sudah melakukan dengan berbagai pihak termasuk dunia industri,” kata Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu.

Sumber: www.sulsel.idmtimes.com