Pemerintah Kabupaten Sumedang menggandeng Universitas Padjadjaran untuk berpartisipasi dalam program percepatan pengembangan kawasan wisata “Buricak Burinong” di Kab. Sumedang.

Partisipasi ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah dibangun antara Unpad dan Pemkab Sumedang. Salah satu fokus yang akan dilakukan Unpad adalah melakukan pendampingan dalam pengembangan teknologi perikanan di kawasan wisata.

Sebagai tahap awal kerja sama, jajaran Pemkab melalui Sekretaris Daerah Sumedang mengundang sejumlah tim ahli Unpad untuk menjadi narasumber dalam diskusi lanjutan “Percepatan Pengembangan Kawasan Wisata Buricak Burinong”, Selasa (18/6) lalu.

Dalam pertemuan tersebut, tim ahli Unpad terdiri dari Prof. Dr. Opan S. Suwartapradja (FISIP), Prof. Dr. Budi Nurani Ruchjana (Pusat Studi Etnosains FMIPA), Dr. Mohammad Taufik (Prodi Teknik Elektro FMIPA), Dr. Sinta Ningrum dan Prof. I Made Joni (KST Unpad), serta sejumlah mahasiswa Unpad.

Tim ini dikoordinasikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Unpad Dr. Nina Djustiana, drg., M.Kes., yang juga sebagai koordinator kerja sama Unpad dan Pemkab Sumedang.

Sekda Kabupaten Sumedang Drs. Herman Suryatman, M.Si., mengatakan, pasca perendaman 26 desa di kawasan Waduk Jatigede, kawasan dan orang terdampak memiliki permasalahan yang harus dicarikan solusinya. Mulai dari masalah sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan lain-lain.

Pemkab perlu melakukan penataan yang baik secara sosial ekonomi agar masyarakat mampu bertahan. Kenyataannya, kata Herman, penataan di lapangan tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Melalui diskusi tersebut, terdapat beberapa upaya untuk diterapkan di lapangan. Upaya ini bersama-sama dilakukan oleh akademisi, aparat, dan masyarakat dalam mengatasi sejumlah persoalan di daerah terdampak.

Dalam diskusi tersebut, tim ahli Unpad menyampaikan beberapa gagasan untuk pengembangan kawasan wisata Buricak Burinong yang berlokasi di salah satu desa terdampak, yaitu Desa Pakualam.

Beberapa usulan kegiatan itu antara lain, pengembangan potensi kawasan Eko-wisata berbasis kearifan lokal. Kedua, meningkatkan kegiatan ekonomi kreatif bagi masyarakat terdampak secara sistematis dan menyeluruh sesuai dengan potensi daerah yang telah ada dan dimiliki masyarakat.

“Telah dimulai dengan berbagai kegiatan ALG berupa pembibitan dan penanaman rumput indigofera dan ternak domba. Namun, kegiatan itu belum memberikan hasil yang optimal, masih perlu dikembangkan dengan kebersamaan jajaran instansi pemerintah, akademisi dan masyarakat setempat,” ujar salah satu perwakilan Tim ahli Unpad Prof Dr Budi Nurani Ruchjana.

Selanjutnya, kata dia, menyusun rancangan pengembangan desa wisata budaya dengan mengintegrasikan berbagai potensi budaya yang ada di wilayah Kabupaten Sumedang. Menyiapkan sarana jalan untuk mendukung pengembangan kawasan wisata alam di lingkungan Jatigede untuk mendukung layanan sarana olah raga (para layang, mancakrida, serta rute jalan wisata yang akan dilalui transportasi lokal) dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai pengelola melalui Bumdes.

“Lainya, menyediakan berbagai sarana pendukung untuk akomodasi pengunjung, seperti mesjid, homestay yang bersih dan memadai disertai warung penjualan makanan/minuman sebagai kuliner dengan makanan khas Jatigede dengan harga terjangkau,” paparnya.

Usulan program lainnya adalah pemanfaatan teknologi informasi dan multimedia sebagai sarana promosi kawasan wisata, pengembangan pembangkit listrik hybrid surya bayu dengan memanfaatkan tenaga matahari dan angin, serta memberikan layanan sistem manajemen informasi perikanan untuk masyarakat.

Sumber artikel: http://www.unpad.ac.id/2019/06/unpad-sampaikan-beragam-rekomendasi-pengembangan-kawasan-wisata-buricak-burinong-di-kabupaten-sumedang/