[unpad.ac.id, 3/7/2018] Sebanyak 4.161 peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 dinyatakan lulus sebagai calon mahasiswa Universitas Padjadjaran. Pengumuman hasil kelulusan dapat diakses di http://pengumuman.sbmptn.ac.id dan http://pengumuman.unpad.ac.id.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Dr. Arry Bainus, M.A. mengimbau kepada para peserta yang lulus untuk mencermati setiap pengumuman yang dilakukan panitia SBMPTN dan  Unpad. Dengan demikian, calon mahasiswa baru dapat melaksanakan setiap tahapan registrasi dengan tepat dan mudah.

“Cermati semua pengumuman yang diberikan oleh panitia pusat maupun oleh panitia dari Unpad,” kata Dr. Arry saat ditemui di ruang kerjanya di Gedung Rektorat Unpad kampus Jatinangor, Selasa (3/7).

Adapun tahapan yang harus dilakukan yaitu mengisi biodata dalam jaringan (online), mengisi kuesioner Unpad, tes kesehatan, membayar Uang Kuliah Tunggal, dan registrasi administratif. Prosesi Penerimaan Mahasiswa Baru Unpad sendiri akan dilaksanakan pada akhir Agustus 2018 mendatang.

Dr. Arry mengungkapkan bahwa tahun ini, program studi Teknik Informatika kembali memiliki angka keketatan yang tertinggi di Unpad, dengan perbandingan pendaftar dan peserta yang diterima adalah 1 banding 74. Program studi selanjutnya yang memiliki angka keketatan tertinggi adalah Bisnis Digital, yaitu 1:56, dan Ilmu Komunikasi, yaitu 1:51.

Kepada para peserta yang lulus, Dr. Arry pun mengharapkan agar dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, mengingat seleksi perguruan tinggi negeri saat ini semakin kompetitif. Para peserta diharapkan dapat melakukan setiap tahapan registrasi mahasiswa baru dengan baik, dan kedepannya juga dapat mengikuti kuliah dengan baik.

“Setelah diterima ya harus belajar dengan baik, dengan masa waktu studi yang sudah direncanakan. Semakin cepat semakin baik, tetapi tentunya harus berkualifikasi,” ujar Dr. Arry.

Tahun ini, Unpad menerima mahasiswa Sarjana dari jalur SBMPTN (62%) dan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (38%). Dari peserta yang lulus SBMPTN, 211 orang diantaranya merupakan peserta Bidikmisi.*

Laporan oleh Artanti Hendriyana/am