Bandung—Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Dian Masyita meraih penghargaan “The Top 50 Most Influential Women in Islamic Finance” atau 50 tokoh perempuan paling berpengaruh dalam bidang Keuangan Islam di dunia dari lembaga analisis keuangan asal Inggris, Cambridge IFA. Penghargaan diberikan langsung oleh Ketua Edbiz Consulting Limited Humayon Dar, selaku mitra Cambridge IFA dalam penyelenggaraan penghargaan Womani 2018 di inaugurasi di Hotel Hilton, Kuala Lumpur, Malaysia, awal April lalu.

 

Dian terpilih sebagai nominator berdasarkan tiga faktor dasar penilaian yang ditetapkan Cambridge IFA, yaitu kepemimpinan, advokasi, dan rekognisi luas dari industri. Khusus di sektor akademisi, penilaian juga difokuskan pada seberapa besar kontribusi keilmuan dan riset yang dilakukan nominator. Associate Professor  Keuangan Syariah ini merupakan satu-satunya akademisi asal Indonesia yang terpilih sebagai nominator. “Penghargaan ini mengingatkan saya untuk selalu berkontribusi secara teratur di dunia internasional,” ujar Dian seperti dilansir situ resmi kampus pertengahan April lalu. 

 

Kiprah Dian di dunia ekonomi dan keuangan Islam telah berlangsung sejak lama. Sejak 2005 – 2008, Dian telah mempresentasikan berbagai pemikiran dan hasil penelitiannya di bidang wakaf, ekonomi, dan keuangan islam di berbagai konferensi dalam maupun di luar negeri seperti Amerika Serikat, Brunei Darussalam, Belanda, Malaysia, Singapore dan Inggris.

Aktivitas ini semakin rutin dilakukan tatkala mengambil studi Doktoral bidang Keuangan Islam di Durham University, Inggris, 2008 silam.

 

Selain memaparkan pemikirannya dalam konferensi tingkat internasional, Dian juga menuangkan gagasannya melalui riset yang dipublikasikan secara internasional. Beberapa publikasinya telah diterbitkan di jurnal internasional bereputasi dan chapter book internasional. Di tingkat nasional, Dian aktif menjadi staf ahli di sejumlah lembaga keuangan seperti Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Aktivitas penting lainnya menjadi asesor akreditasi BAN-PT untuk program studi ekonomi dan keuangan Islam.

 

Dian sendiri telah lama mendalami bidang wakaf, ekonomi dan keuangan Islam secara umum, sejak masih menjadi mahasiswa Magister di akhir 1990-an. Tatkala kondisi ekonomi Indonesia yang mulai merangkak pasca krisis moneter, Dian mulai memodelkan bentuk wakaf menggunakan metodologi dinamika sistem sebagai tesis magisternya di Institut Teknologi Bandung. “Penghargaan ini sekaligus meng-encourage nominator agar tetap istiqamah mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah,” kata Dian.

 

Nur Novilina