UKDM UPI lahir dari rahim pelarangan jilbab di masa orde baru. Kini menjelma menjadi organ kampus yang menyebarkan syiar Islam.

 

BANDUNG—Bulan Ramadan merupakan bulan yang sibuk bagi pengurus Lembaga Dakwah Kampus Unit Kegiatan Dakwah Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UKDM-UPI) Bandung. Berbagai kegiatan digelar untuk mengisi bulan penuh berkah ini. “Lebih padat rentang antar kegiatannya. Biar semarak,” kata Putrasulung Baginda, Pembina UKDM UPI, akhir Mei lalu.

 

Kegiatan yang digelar selama Ramadan yakni Obrolan Asyik Seputar Islam (OASIS) di Kampus UPI Cibiru pada pertengahan Mei lalu. Seperti dilansir situs LDK UKDM UPI Cibiru, OASIS kali ini mengambil tema “Rahasia Keberhasilan Pendidikan Zaman Now” yang diisi oleh Ustadzah Neni Suryaningsih.

 

Neni menjelaskan ketiadaan tarbiyah atau mentoring tentang keislaman berdampak terhadap kehidupan yang jahiliyah. Ia melihat banyak hal ini terjadi terhadap kids zaman now. Kids Zaman now sendiri merupakan sebutan bagi generasi yang lahir pada 1995 sampai 2013, tak jarang disebut generasi Z.

 

“Maka kita sebagai praktisi pendidikan dalam mengatasi dinamika kesenjangan sosial moral anak-anak masa kini di antaranya adalah senantiasa memperkuat ketauhidan umat kepada Allah serta menjadikan Rasulullah sebagai panutan. Dan turut andil dalam pembinaan Islam yang berkelanjutan.” kata Neni.

 

Beberapa acara lain yang digelar oleh UKDM UPI selama bulan Ramadan antara lain Hana’s Day, sebuah pengajian untuk muslimah; Warung S-Krim, kajian untuk masyarakat umum, dan lain-lain. Di grup perbincangan WhatsApp pun pengurus UKDM aktif mengkampanyekan membaca Al-quran selama bulan Ramadan. “Gerakan pembiasaan tilawah yang dipantau lewat grup WhatsApp,” ujar Putrasulung.

UKDM UPI merupakan organisasi intra kampus yang sangat aktif menjaring anggota. Selain itu, termasuk sebagai lembaga kampus yang paling banyak diminati. Dalam satu masa kepengurusan, kata Putrasulung, jumlah personilnya mencapai 450 mahasiswa. Masa kepengurusan di UKDM UPI hanya satu tahun.

Lembaga dakwah kampus UPI ini bukan sekadar lembaga dakwah biasa. UKDM punya sejarah yang cukup panjang. UKDM lahir dari rahim Forum Silaturahmi Mahasiswa Islam (FOSMI) Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam IKIP Bandung—sebelum menjadi UPI—pada 1990-an. FOSMI merupakan forum silaturahmi yang bergerak mensyiarkan islam di fakultas MIPA.

 

Ketika itu, pemerintah orde baru gencar melakukan pelarang penggunaan jilbab di berbagai institusi pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga jenjang perguruan tinggi. Salah satunya di IKIP Bandung. Kebijakan tersebut menuai protes serta penolakan di kalangan aktivis mahasiswa Islam.

 

Mereka kemudian menggelar demo besar-besaran. Mahsiswa se-Bandung raya tumplek di berbagai kampus, salah satu pusatnya di IKIP Bandung. Lokasi demo mahasiswa dipusatkan di masjid Al-Furqon IKIP Bandung dengan peserta lintas fakultas dan perguruan tinggi di seluruh Bandung.

 

Selain menyaol soal penggunaan jilbab, massa juga memprotes penerapan NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan) oleh pemerintah. Kebijakan tersebut dianggap mempersempit ruang mahasiswa berekspresi di berbagai organisasi. Toh, pemerintah orde baru mengabaikan penolakan dari mahasiswa. Kebijakan NKK/BKK tetap bergulir.

 

Selepas peristiwa demo tersebut, tercetus ide untuk menggabungkan berbagai rohis Fakultas menjadi satu unit kegiatan mahasiswa keislaman se-IKIP Bandung. UKM tersebut kemudian diberi nama Unit Kegiatan Dakwah Mahasiswa (UKDM) yang hingga kini masih eksis di kampus. Di UPI, UKDM termasuk organisasi kemahasiswaan yang bergerak di bidang keagamaan.

 

Menurut Putrasulung, tujuan dibentuknya UKDM yakni membentuk pribadi mahasiswa muslim yang sesuai dengan tuntunan agama. Selain itu, membangun lingkungan kampus yang kondusif bagi pelaksaan berbagai kegiatan akademis. Ia menyatakan tak ada kegiatan yang mengarah ke radikalisme. “Program kami tidak aneh-aneh. Sesuai dengan hukum,” kata dia.

Selain Hana’s Day dan Warung S-Krim, ada 15 kegiatan lain di UKDM UPI. Di antaranya UPI Islamic Festival, TMR (Kaderisasi awal), TFT (Pembinaan mentor), Dakwah Media, Ice Cone (Wadah bertanya keislaman mahasiswa UPI), upgrading pengurus, Pembinaan Islam Intensif (mentoring).

Untuk kajian keislaman, kata Putrasulung, yang dibahas utamanya bertahap. Bagi anggota yang baru,pembahasannya menyangkut motivasi agar beribadah dengan lebih baik dan benar. Beberapa tema yang diangkat di antara  sabar, shalat yang khusyu, belajar baca quran, dan lain-lain.

 

Sedangkan bagi anggota yang sudah agak lebih lama, ujar Putrasulung, pembahasan lebih mendalam. Ia mengatakan siasnya yang dikaji seperti ilmu fiqh. Tak hanya itu saja, kata dia, setiap anggota juga diberikan bekal atau pemahaman agar peduli dengan lingkungan di sekitarnya.

 

Karenanya UKDM UPI kerap membikin kegiatan berupa bakti sosial di desa binaan ataupun di wilayah bencana. “Jadi kajian keislaman berangkat dari kajian aqidah, ke ibadah mahdoh sampai ke upaya membentuk pemahaman bahwa Islam rahmat bagi seluruh alam,” kata Putrasulung yang juga dosen pendidikan Bahasa Jerman itu.

 

Ia mengatakan  program UKDM secara garis besar terbagi atas tiga ranah. Pertama, ranah kegiatan organisasional ditujukan untuk memperkokoh lembaga kemahasiswaan UKDM sehingga memenuhi persyaratan organisasi mahasisw yang baik. Kedua,. ranah kegiatan pembinaan anggota terkait pemahaman keislaman, membentuk pribadi mahasiswa yang soleh, santun, berwawasan kebangsaan dan ilmiah.

 

Terakhir, kata Putrasulung,  kegiatan keluar organisasi di antaranya upaya dakwah ke masyarakat kampus seperti hijab day, mengajak muslimah mencoba berjilbab. Mengajak berjilbab ini terkait dengan sejarah dibentuknya UKDM juga. Selain itu ada open house UKDM, kegiatan untuk mengenalkan UKDM ke umum dan kajian tematik untuk umum.

 

Setiap anggota UKDM tak hanya mendapatkan pengetahuan keislaman saja. UKDM juga memiliki kegiatan untuk meningkatkan kebugaran anggotanya. Di antaranya olahraga panahan, renang, lari. “Untuk menyebarkan kebaikan butuh orang-orang yang bugar dan sehat,” kata Putrasulung.