Jembatan Teksas merupakan salah satu icon unik serta menarik yang dimiliki oleh Universitas Indonesia (UI). Jembatan Teksas tidak memiliki hubungan dengan Texas yang ada di Amerika Serikat, tetapi nama Teksas diambil dari kata Teknik-Sastra. Jika dilihat dari namanya, sudah sangat jelas bahwa jembatan Teksas menghubungkan antara Fakultas Teknik dan Fakultas Sastra yang sekarang berganti nama menjadi Fakultas Ilmu Budaya (FIB).


Menurut Prapto Yuwono S.S., M.Hum., Manager Umum di FIB UI, jembatan tersebut dibangun dengan latar belakang yang unik dan menarik. Bermula dari dari obrolan dua dekan kedua fakultas, yaitu Dekan Fakultas Teknik yaitu Prof. Ir. Rinaldy Dalimi, M.Sc., Ph.D. dan Dekan Fakultas Sastra yang saat itu dijabat oleh Prof. Dr. Ida Sundari Husen. Pada saat itu, Fakultas Teknik dan Sastra memiliki hubungan yang sangat erat dan sangat dekat. Kedekatan kedua fakultas tersebut dikabarkan karena jumlah mahasiswa dari kedua fakultas tersebut yang mendominasi. Kebanyakan mahasiswa sastra didominasi oleh kaum wanita, sedangkan teknik didominasi oleh kaum laki-laki. Sehingga banyak yang saling berpasangan dari kedua fakultas tersebut.


Menengok ke masa lalu, berawal dari obrolan ringan akhirnya terbitlah gagasan untuk mempersatukan kembali kedua fakultas ini dengan membangun jembatan. Selain itu ide ini dianggap brilian karena dapat menjadi jembatan antara ilmu eksak non eksak karena gedungnya dipisahkan oleh Danau Mahoni yang membentang hampir 80 meter lebarnya. Akhirnya gagasan tersebut ditanggapi oleh salah satu alumni Teknik UI yang saat itu mempunyai posisi di PT. Krakatau Steel.


Dengan desain yang sangat unik, Jembatan Teksas memiliki banyak filosofis dan makna yang melatarbelakangi adanya jembatan tersebut. Jembatan ini didominasi oleh warna merah dan kuning yang melambangkan warna khas dari PT. Krakatau Steel (merah) dan UI (kuning). Perlambang adanya kerjasama antara perguruan tinggi dan perusahaan.


Selain itu, jembatan ini disangga oleh dua tiang dengan bentuk berbeda. Di sisi Fakultas Teknik, tiang tersebut mempunyai karakter maskulin dan perkasa dilambangkan dengan pylon jembatan berbentuk “Layar” menjulang setinggi 25 meter dengan simbol “Lingga”, sedangkan sisi Fakultas Ilmu Budaya/Sastra mempunyai karakter feminin dan fleksibel dilambangkan dengan pylon jembatan berbentuk “Gerbang Lubang” setinggi 15 meter dengan simbol “Yoni”.


“Itulah Lingga Yoni, sebagai suatu simbol bersatunya Teknik-Sastra, sebenarnya ini kaitannya dengan kesuburan antara laki-laki dan perempuan,” kata Prapto. Selain itu di atas jembatan dibentangkan atap sunproof bergelombang berwarna biru yang melambangkan dinamika ilmu pengetahuan.


Sumber lain yang didapat oleh Retorika Kampus, Jembatan Teksas ini terdiri dari 7 box segmen baja yang satukan. “Ketujuh segmen tersebut tepat tersambung pada 7 Juli 2007 (7/7/7) pukul 07.00 WIB. Dengan struktur dan desain seperti itu, diharapkan Jembatan Teksas dapat bertahan hingga 100 tahun,” kata Agus Wahyudin salah satu Alumni UI.


Informasi lain yang disampaikan oleh Agus, Jembatan Teksas juga dihiasi dengan 28 buah lampu yang terpasang berjejer di atas dan bawah. Lampu-lampu itu didesain menyala otomatis di malam hari jika ada yang melintas di jembatan. Enam buah lampu berdaya 200 watt dan empat lampu berdaya 1.000 watt juga terpasang disisi-sisi kedua ujung jembatan. Ditambah lagi 10 buah lampu taman yang terpasang seimbang di sepanjang taman kedua sisi Danau Mahoni. Lampu-lampu taman itu akan menerangi shelter mini yang disediakan di sepanjang taman di malam hari.


Diresmikan pada tanggal 23 Agustus 2007 dan menghabiskan dana sekitar 4 miliar rupiah yang diberikan oleh PT. Krakatau Steel. Teksas memiliki luas dengan panjang sepanjang 80 meter dan lebar 5 meter. Selain itu, jembatan ini juga menjadi jalur pedestarian dan pengguna sepeda bagi mahasiswa dan umum.


Reporter: Deden Nurodin