Sebuah film yang mengisahkan wartawan yang berhasil membongkar skandal perdagangan narkortika yang melibatkan CIA. Setelah artikelnya turun, ia diserang secara pribadi sampai akhirnya bunuh diri.

 

BOGOR—Mendapatkan penghargaan Wartawan Tahun Ini oleh The National Society of Professional Journalist tak membuat Gary Webb senang. Alih-alih memberikan pidato yang menggugah, ia justru menceritakan kisah hidupnya yang penuh ironi. Memulai karir sebagai jurnalis dengan menulis tentang seekor anjing yang tidak jadi mati dan mengakhiri karir jurnalisnya dengan menulis kisah kuda yang sembelit. Gary Webb bukanlah jurnalis ecek-ecek. Karirnya terus menanjak sampai pada suatu titik ia menjadi sangat terkenal. Namun karirnya harus berakhir mengenaskan karena ia membongkar skandal besar pemerintah Amerika Serikat (AS) dan sindikat narkotika.

 

Di tangan sutradara Michael Cuesta, kisah hidup Gary Webb sebagai seorang jurnalis diangkat menjadi film berjudul Kill the Messenger. Berdasarkan kisah nyata yang dituang dalam buku dengan judul yang sama karya Nick Schou dan Dark Alliance karya Gary Webb sendiri, film ini mendapat ratting 78% dari Rotten Tomatoes dan 7.0 dari IMDb. Film ini rilis tahun 2014 dengan total pendapatan kotor US$2,450,846.

 

Kill the Messenger menceritakan upaya pembunuhan karakter yang dialami oleh Gary Webb yang diperankan oleh Jeremy Renner. Bermula dari sebuah dokumen rahasia milik Pengadilan Amerika Serikat (AS) yang jatuh ke tangan Gary Webb, Gary berhasil mengumpulkan bukti-bukti adanya keterlibatan badan intelijen Amerika (CIA) dalam peredaran narkotika di AS. Gary menuliskannya dalam sebuah artikel berjudul Dark Alliance. Dalam tulisan tersebut diceritakan bahwa CIA terindikasi mendanai pemberontakan yang terjadi di Nikaragua oleh sebuah kelompok antikomunis bernama Contras. Dan pendanaan tersebut didapatkan melalui penjualan kokain di AS. Berita ini tentu mengejutkan banyak pihak. Demonstrasi mulai bermunculan. Banyak komunitas Afro (Afrika-Amerika) yang menuntut kejelasan dari pemerintah AS terkait berita tersebut. Mereka menganggap pemerintah telah menjadikan mereka umpan untuk mendapatkan uang.

 

Kehebohan ini tentunya menyeret nama Gary Webb sebagai penulis. Menjadi pembicara di berbagai tempat membuat Gary semakin tenar. Hal ini membuat CIA gusar. Mereka pun berupaya untuk meredam pemberitaan tersebut dengan membunuh karakter Gary. Beberapa koran nasional terkemuka seperti Washington Post mulai menuliskan counter attack Dark Alliance. Mereka menyebutkan bahwa data-data yang dipakai oleh Gary lemah. Sejurus dengan tuduhan tersebut beberapa narasumber Gary mulai menghilang. Malangnya, Gary tak ingat harus merekam pembicaraannya dengan narasumber.

 

Ia hanya mengandalkan catatan kecilnya. Publik mulai meragukan orisinalitas Gary dalam menulis. Bukan hanya publik, rekan sekantornya pun yang awalnya bangga kepada Gary karena berhasil membuat San Jose Mercury News (tempat Gary bekerja) mendadak terkenal akhirnya mencurigai tulisan tersebut sebagai karangan Gary belaka. Editornya bahkan meminta Gary mengklarifikasi apa yang telah ditulisnya. Merasa disudutkan emosi Gary pun menjadi tak terkendali. Hal ini justru memperparah keadaan dengan beredarnya rumor kejiwaan Gary yang tak stabil.

 

Tak berhenti sampai disitu, kehidupan pribadi masa lalu Gary pun mulai dimunculkan ke permukaan. Perselingkuhan yang berujung maut di masa lalu membuat rumah tangga Gary terguncang. Meskipun istri Gary tahu perihal tersebut, namun terkuaknya luka lama ke dalam ranah publik membuat keadaan semakin memanas. Anak sulungnya pun menyatakan kekecewaan yang besar terhadap Gary. Keadaan diperparah dengan mutasi Gary ke sebuah tempat terpencil dan jauh dari keluarga. Ia hanya dipercaya menulis berita-berita ‘sepele’. Salah satunya tentang kuda sembelit yang ia bawa ke podium pada pidatonya saat menerima penghargaan sebagai Journalist of The Year.

 

Selain film Kill the Messenger, kita mengenal film Spotlight yang juga menceritakan kisah nyata wartawan dalam menguak skandal besar, pencabulan anak-anak oleh pastur di Boston, AS.  Berbeda dengan Spotlight, film Kill the Messenger tidak membahas detail skandal yang diangkat namun lebih kepada pergulatan emosi dan konsekuensi yang diterima Gary sebagai wartawan yang membocorkan berita besar tersebut.

 

Tak seperti Spotlight yang mengakhiri film dengan kemenangan bagi para pencari berita, Kill the Messenger justru sebaliknya. Gantung raket Gary Webb di dunia jurnalisme tampaknya belum cukup mengobati depresi akibat pemberitaan buruk tentang dirinya yang semakin meluas. Meskipun hanya menjadi epilog, kematian Gary Webb dengan dua peluru di kepalanya dilaporkan sebagai kejadian bunuh diri menutup film berdurasi 112 menit ini.

 

Mengangkat skandal mengerikan yang membuat Direktur CIA mengundurkan diri membuat Michael Cuesta mengantongi berbagai penghargaan seperti Best American Film dari Traverse City Film Festival dan Best Whistle Blower Film dari Whistle Blower Summit for Civil & Human Right. Menggandeng Peter Landesman sebagai penulis script dan Sean Bobbit sebagai sinematografer juga merupakan pilihan yang bijak karena mampu membuat pesan dari film ini sampai kepada penonton tanpa perlu didramatisir bahwa jurnalisme otentik adalah menceritakan sesuatu kepada khalayak tentang sesuatu yang pemerintah tak ingin mereka tahu. Seperti kata Gary Webb “Pekerjaanku adalah mengatakan kebenaran kepada masyarakat. Fakta, baik bagus ataupun tidak. Dan biarkan penerbitan fakta-fakta tersebut membuat perbedaan”.

Nur Novilina A.