How The World Works adalah sebuah buku kolaborasi dari empat karya klasik Real Story Noam Chomsky: Apa yang Sesungguhnya Diinginkan Paman Sam; Yang Kaya Sedikit dan Yang Gelisah Banyak; Rahasia, Kebohongan, dan Demokarasi; serta Kebaikan Bersama. Noam Chomsky sendiri adalah seorang profesor linguistik dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat (AS). Kepakarannya di bidang linguistik inilah yang menghantarkan Chomsky pada dunia politik. Ia disebut-sebut sebagai Einstein dan Rene Descartes masa depan. The New York Times pun menyebutnya sebagai intelektual paling penting masa kini.


Buku yang sebenarnya adalah inisiatif editor buku tersebut, Arthur Naiman, adalah kumpulan wawancara dan pidato yang dilakukan Chomsky. Menurut Naiman, pembicaraan Chomsky jauh lebih mudah dipahami dibandingkan tulisan-tulisannya. Beberapa pemikiran kritis dan tajam Chomsky tentang AS dapat ditemui di buku tersebut. Namun menurut saya, karena ini merupakan kumpulan wawancara sehingga terkesan tidak adanya keterpaduan antara satu bahasan dan bahasan lainnya.


Beberapa pemikiran yang mencerahkan yang dipaparkan dalam buku tersebut adalah tentang peran Amerika dalam menguasai dunia dan mempertahankan posisinya. Seperti disebutkan dalam buku yang terbit pertama kali pada Februari 2015 ini, Amerika menguasai 50% kekayaan dunia dan mengontrol kedua sisi dari dua samudera. AS didaulat sebagai penguasa dunia setelah keluar sebagai pemenang dalam Perang Dunia II. Oleh karena itu, AS dengan segala upaya mempertahankan kekuasaannya pascaperang dengan menjadikan negara-negara penting dalam Perang Dunia II seperti Jerman dan Jepang bekerja dibawah pengawasan mereka. Nasib lebih mengenaskan untuk negara dunia ketiga yang diputuskan menjadi sumber utama bahan mentah dan sekaligus pasar untuk memenuhi kebutuhan AS.


Membaca buku Chomsky membuat saya menyadari bahwa begitu banyak konspirasi-konspirasi tingkat global yang pengaruhnya ternyata tak main-main. Ada satu ulasan yang menarik berjudul ‘Ancaman dari Contoh yang Baik’. Diceritakan tentang Grenada, sebuah negara kecil berpenduduk sekitar 100 ribu yang merupakan negara penghasil pala. Ketika mulai tumbuh benih-benih revolusi sosial di Grenada, Washington bergerak cepat untuk menghancurkan ancaman tersebut. Alasannya, semakin lemah dan semakin miskin sebuah negara, semakin berbahaya ia sebagai sebuah contoh. Jika negara kecil dan miskin saja bisa memberikan kehidupan yang lebih baik untuk rakyatnya, bagaimana dengan negara yang kaya sumber daya? AS begitu ketakutan jika rakyat Indochina mencapai kemerdekaan dan keadilan. Buku tersebut juga kerap menyebutkan Indonesia yang begitu ditakuti jika muncul kesadaran untuk medeka. Karena Indonesia merupakan negara yang sangat kaya sumber daya alam. 


Buku Noam Chomsky adalah bacaan yang sangat penting bagi siapapun yang ingin memiliki perspektif lain tentang bagaimana dunia ini bekerja. Terutama kaum intelektual muda yang nantinya akan memegang tampuk kepemimpinan bangsa. Dengan membaca How the World Works, kita akan memiliki gambaran lebih jelas tentang keadaan masyarakat secara umum saat ini.